john kerryDamaskus, LiputanIslam.com – Wakil Menteri Luar Negeri Suriah mengecam AS dan negara-negara Eropa sekutunya atas kemunafikan mereka tentang prinsip-prinsip demokrasi.

“Mereka yang bersekongkol melawan pemilihan presiden di Suriah sesungguhnya sedang bersekongkol melawan demokrasi, pluralisme politik dan kebebasan berekspresi di Suriah, “kata Faisal Mikdad dalam sebuah artikel untuk koran Lebanon al- Binaa, seperti yang dilansir Press TV.

Mikdad mencela Barat karena upaya mereka untuk menghancurkan, memecah belah Suriah – dan menuduh bahwa mereka bekerja melakukan itu semua demi kepentingan Israel dengan mengorbankan prinsip-prinsip internasional. Dia juga mengkritik pemerintah Perancis yang melarang warga negara Suriah yang berada di Perancis untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden mendatang.

Masih dalam tulisan yang sama, Mikdad menghargai kegigihan pemerintah Suriah dalam mempertahankan kedaulatan negara, kemerdekaan dan kebebasan di negaranya.

Pernyataan Mikdad merupakan respon atas ucapan Menteri Luar Negeri AS John Kerry sehari sebelumnya yang mempertanyakan legitimasi pemilihan presiden Suriah mendatang, yang menurutnya, pemilu di Suriah adalah “penipuan demokrasi.”

Diplomat tertinggi AS juga mengatakan bahwa Washington dan sekutunya sedang mencari cara untuk kembali mendukung kelompok militan bersenjata anti-Damaskus. Negara-negara di Arab Teluk Persia telah berusaha menekan Washington untuk memberikan persenjataan yang lebih kuat kepada kelompok-kelompok militan di Suriah, termasuk rudal anti – pesawat, hingga misil yang mampu menembak jatuh pesawat tempur dan helikopter.

Dalam pertemuan pribadi dengan para pemimpin oposisi Suriah di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Kamis lalu, Kerry mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya telah membuang-buang waktu di Suriah karena gagal untuk mengkoordinasikan upaya-upaya untuk menggulingkan Presiden Bashar al – Assad.

Krisis Suriah telah berlangsung tiga tahun lamanya, berawal pada bulan Maret 2011. Dari berbagai sumber, telah 150.000 korban jiwa melayang dan jutaan mengungsi ke negara-negara tetangga. Walau Iran berkali-kali menyerukan untuk menyelesaikan konflik dengan dialog, tetapi negara-negara Arab dan sekutunya tetap konsisten mendukung para militan dengan berbagai persenjataan canggih untuk bertempur melawan pemerintah Suriah. (ba/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL