pemberontak suriahDamaskus, LiputanIslam.com — Sebuah laporan menyebutkan bahwa pemerintah Suriah telah mengirimkan surat protes kepada pemerintah Azerbaijan terkait dengan banyaknya warga negara tersebut yang bergadung dengan pemberontak di Suriah. Suriah menganggap hal itu sebagai sebuah ancaman.

Media berbahasa Azeri Yeni Musavat melaporkan baru=baru ini bahwa pemerintah Suriah telah mengimkan surat untuk pemerintah Azerbaijan melalui kantor kedubes Azerbaijan untuk Suriah yang sementara berada di Beirut, Lebanon, mengingatkan tentang keberadaan pemberontak asal Azerbaijan.

Pada bulan Mei tahun lalu Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan bahwa di para pemberontak Suriah berasal dari lebih dari 30 negara. Sedangkan lembaga kajian militer yang berbasis di Inggris, IHS Jane’s dalam laporannya tahun lalu menyebutkan bahwa terdapat tidak kurang dari 100.000 pemberontak Suriah yang terpecah ke dalam lebih dari 1.000 kelompok.

Menurut laporan tersebut, negara-negara barat dan sekutu regional mereka Qatar, Saudi Arabia dan Turki merupakan pendukung utama para pemberontak.

Chechnya dan Saudi, Penyumbang Terbersar Pemberontak

Beberapa laporan yang dikutip media Iran Press TV baru-baru ini menyebutkan bahwa Chechnya dan Saudi Arabia merupakan penyumbang terbesar jumlah pemberontak di Suriah dengan jumlah masing-masing mencapai 14.000 dan 12.000 personil pemberontak.

Menurut laporan tersebut sebanyak 3.671 pemberontak asal Chechnya telah tewas dalam berbagai pertempuran di Suriah, sementara 1.400 lainnya hilang.

Sementara itu diperkirakan sekitar 5.000 pemberontak asal Palestina, 4.000 dari Tunisia, dan 1.000 dari Jordanian telah tergabung dalam kelompok-kelompok teroros terkait Al Qaida seperti al-Nusra Front dan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL).(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL