virus mersMedan, LiputanIslam.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan siaga Middle East Respitatory Syndrome Corona Virus (MERS COV), yaitu virus mematikan yang telah merenggut nyawa warga Medan sepulang umrah. Dinas Kesehatan Sumut juga membuat surat edaran yang disebar ke seluruh dinas kesehatan tingkat daerah dan rumah sakit-rumah sakit se Sumut agar siaga MERS COV. Pemprov Sumut khawatir virus MERS yang dibawa jemaah dari umrah itu menyebar dan menular ke masyarakat lainnya.

Pelaksana Harian Kadis Kesehatan Sumut, Sri Suryani Purnamawati menyatakan, virus MERS sangat berbahaya dan gampang menular, hanya melalui udara. Menurutnya, dua warga Medan yang pulang dari tanah suci dikabarkan terkena virus yang menyerang pernafasan ini, satu di antaranya bahkan telah meninggal dunia. Satu suspect yang telah meninggal itu bernama KS (54). Sebelumnya dia sempat dirawat di RSUP Adam Malik Medan, hari Minggu (4/5) lalu.

Saat ini, lanjut Sri, pihaknya tengah memantau kesehatan 30 orang yang ikut dalam rombongan umrah yang bersama-sama dengan penderita suspect MERS.

“Ada 30 orang yang ikut umrah saat itu bersama dua penderita suspect MERS COV. Tujuh di antaranya warga Sumut, lima dari Madina termasuk satu orang meninggal dunia tersebut. Sisanya, 23 orang lagi berasal dari Lhoksukon dan Langsa Aceh,” ungkapnya.

Dari pemantauan, kondisi kesehatan enam warga Sumut itu tetap sehat. Sedangkan kondisi warga Aceh saat ini tengah dikoordinasikan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Satu orang lagi yang bersama jemaah hingga kini tidak terpantau kondisinya.

“Kami imbau masyarakat yang kontak langsung dengan orang yang baru pulang dari umrah, dan memiliki gejala MERS, langsung berobat ke sarana pelayananan kesehatan,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi, pihaknya saat ini mengirimkan surat edaran ke seluruh jajaran Dinkes dan rumah sakit se Sumatera Utara untuk siaga MERS COV.(ca/sindonews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL