Muhammad Iqbal, husband of the pregnant woman murdered in LahoreIslamabad, LiputanIslam.com — Pengakuan mengejutkan diberikan oleh suami Farzana Parveen, wanita yang dirajam hingga tewas oleh keluarganya di luar pengadilan tinggi di kota Lahore, hari Selasa lalu (27/5). Menurutnya, ia telah membunuh istri pertamanya demi menikahi Farzana.

“Saya ingin melamar Farzana, jadi saya bunuh istri saya,” kata Mohammad Iqbal, suami Farzana, dalam wawancaranya dengan CNN, hari Kamis (29/5).

Zulfiqar Hameed, kepala polisi Provinsi Punjab, mengatakan telah mendapat informasi tentang pembunuhan itu dari anak Iqbal dari istrinya yang terbunuh 6 tahun lalu. Menurut Hameed Iqbal telah ditahan, namun dibebaskan kembali dengan uang tebusan setelah sang anak mengampuninya.

Sang anak, Aurengzeb, yang kini berumur 20 tahunan, membenarnya pengakuan ayahnya kepada CNN itu. Ia mengatakan ayahnya telah dipenjara selama setahun akibat pembunuhan itu.

Parveen, yang tengah mengandung 3 bulan, tewas dibunuh oleh keluarga dan kerabatnya sendiri dengan dilempari batu dan beton, di luar pengadilan tinggi Lahore. Ia dibunuh berdasar motif yang disebut “pembunuhan bermartabat”, yaitu pembunuhan dengan alasan “membela kehormatan keluarga”, setelah memilih menikah dengan Iqbal tanpa restu keluarganya. Ada ratusan kasus “pembunuhan bermartabat” di Pakistan setiap tahunnya.

Polisi telah menahan ayah Farzana. Namun para pelaku lainnya yang berjumlah sekitar 20-an orang, masih bebas berkeliaran.

Perdana Menteri Nawaz Sharif telah memerintahkan gubernur Punjab untuk memberikan laporan atas kasus ini.

PBB memperkirakan terdapat sekitar 5.000 wanita yang dibunuh setiap tahunnya di seluruh dunia karena motif “harga diri keluarga”. Namun para aktifis memperkirakan jumlahnya jauh lebih tinggi mencapai 20.000 a year.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL