Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump membuat 1.318 klaim yang keliru selama lebih dari 263 hari. Diperkirakan, terdapat lebih dari 2.000 klaim menyesatkan yang dikeluarkan sang presiden selama satu tahun pertamanya di Gedung Putih. Demikian temuan sebuah penelitian yang dilansir dari Washington Post pada Selasa (10/10/17).

Beberapa diantara klaim Trump yang salah adalah mengenai rencana pajak. Lima bulan sebelum membuka rencana pajaknya pada September akhir, Trump mengatakan itu adalah “pemotongan pajak terbesar sepanjang sejarah. Ini lebih besar dari pemotongan pajak [mantan presiden AS Ronald] Reagan,”

Dia kemudian membicarakan klaim itu selama 16 kali tanpa memberikan bukti bagaimana itu bisa menjadi pemotongan pajak terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu, Trump juga membuat klaim menyesatkan tentang badai yang menerpa kawasan AS. Ia mengatakan, badai Irma di Florida dan badai Maria di Puerto Rico masuk dalam Kategori 5— yaitu badai yang paling destruktif. Dia juga melebih-lebihkan angka korban yang diselamatkan oleh bantuan pemerintah.

Mengenai Korea Utara, presiden ke-45 AS itu membuat daftar panjang klaim keliru tentang pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dia mengatakan, sejak masa pemerintahan mantan presiden AS Bill Clinton, semua presiden Amerika “telah kalah dari pria ini [Kim Jong-un].”

Padahal, sang “Manusia Roket”—demikian Trump menyebut Kim—baru berumur 16 tahun ketika Clinton berkuasa. Pendahulunya, Kim Jong-il, menjadi Penguasa Tertinggi Korea Utara sejak masa Clinton, George W. Bush, dan periode pertama Presiden Obama. Kim Jong-un baru berkuasa sejak Desember 2011. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL