Washington, LiputanIslam.com–Penembakan massal di Las Vegas, Nevada, pada Minggu (1/10/17) malam yang menewaskan 59 orang, merupakan tragedi terburuk dalam sejarah modern AS dan menunjukkan kasus pembunuhan dengan senjata yang ekstrem di Amerika.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh jurnal Health Affairs pada Senin (2/10/17) menyebutkan bahwa lebih dari 100.000 orang tertembak setiap tahunnya di AS. Kerugian dari kasus penembakan ini mencapai $45 milyar, salah satunya karena biaya rumah sakit yang kehilangan upah pekerjaan.

Angka ini ditemukan dalam rentang tahun 2006 sampai 2014. Penembakan biasa dilakukan dengan niat menyerang atau tanpa sengaja.

“Angkanya sangat, sangat mengejutkan,” kata Faiz Gani, salah satu peneliti dari Johns Hopkins School of Medicine.

“Penelitian sebelumnya hanya fokus ke korban tewas, tapi mengabaikan sekelompok besar orang yang tidak meninggal tapi terpengaruh dengan kasus ini,” lanjutnya.

Selama tahun 2006 sampai 2014, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan sebanyak 970.622 orang di AS terbunuh atau terluka oleh senjata api.

“Banyak korban yang berasal dari kalangan bawah secara sociokonomi dan cenderung tak dapat asuransi,” tambah Gani. “Mereka membayarnya [biaya pengobatan] langsung dari dompet mereka.”

Kejahatan senjata merupakan  kasus pembunuhan terbesar ketiga di AS, di bawah narkoba dan kecelakaan mobil. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL