Washington, LiputanIslam.com–Militer AS disebut sebagai “produsen gas rumah kaca terbesar di dunia” oleh peneliti studi ‘Costs of War’ dari Universitas Brown.

Studi ini secara spesifik meneliti perang-perang setelah 9/11 dan dampaknya terhadap emisi. Militer AS diperkirakan telah memproduksi 1.212 juta metrik ton gas rumah kaca antara tahun 2001 dan 2017. Emisi dari operasi militer di Afghanistan, Pakistan, Irak, dan Suriah telah menyumbang lebih dari 400 juta metrik ton CO2.

Pada tahun 2017 saja, “emisi Pentagon lebih besar daripada semua emisi dari Swedia atau Denmark.” Demikian kesimpulan dari para peneliti.

Studi ini menemukan tujuh sumber utama emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan kegiatan militer AS, yaitu diantaranya emisi dari instalasi dan operasi non-perang, produksi senjata, rekonstruksi infrastruktur yang hancur di zona perang, dan pembakaran sumur dan kilang minyak.

Para peneliti mengkritik Pentagon karena mengakui ancaman perubahan iklim terhadap keamanan nasional, tetapi tidak mengakui “bahwa penggunaan bahan bakarnya sendiri adalah kontributor utama [perubahan iklim].”

Mereka juga mempertanyakan apakah kehadiran militer AS diperlukan di Teluk Persia, sebab Negeri Paman Sam itu tidak begitu bergantung pada minyak kawasan itu dibanding sebelumnya. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*