Paris, LiputanIslam.com–Para imigran pencari suaka yang masuk ke negara-negara Eropa justru telah meningkatkan ekonomi negara-negara tersebut, menurunkan angka pengangguran, dan tidak menjadi beban dalam keuangan publik. Demikian temuan dari para peneliti ekonomi Prancis, seperti dilansir dari Thomson Reuters Foundation.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Science Advances pada Rabu (20/6/18) itu memaparkan analisis ekonomi dan data migrasi selama 3 dekade terakhir. Analisis menyebutkan, para imigran di Eropa telah meningkatkan produk domestik bruto (GDP) dan penerimaan pajak bersih sebanyak 1 persen.

Penemuan mengejutkan ini keluar di tengah sentimen anti-imigran yang mencuat di Eropa akhir-akhir ini, di mana jumlah imigran mencapai puncak pada 2015, dengan kedatangan lebih dari 1 juta pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika.

Laporan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi pada Selasa lalu menunjukkan bahwa angka pengungsi global meningkat 2,9 juta pada tahun 2017, sehingga total mencapai 25,4 juta.

“Sikap klise bahwa migrasi internasional diasosiasikan dengan ‘beban’ ekonomi kini dapat dihalau,” tulis peneliti dari French National Center for Scientific Research, Universitas Clermont-Auvergne dan Universitas Paris-Nanterre.

Para peneliti ini menganalisa data dari Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, Norwegia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris.

Kebanyakan konstribusi para pencari suaka ke negara-negara ini mengarah ke peningkatakn GDP setelah 3 sampai 7 tahun. Mereka pun membantu menurunkan pengangguran dan sama sekali tidak merugikan keuangan publik.

Profesor ekonomi dari Universitas Colagate, Chad Sparber, mengatakan bahwa studi tersebut merupakan peringatan bahwa tidak ada masalah ekonomi yang meyakinkan akibat dari migrasi kemanusiaan.

Meskipun begitu, Sparber mengakui bahwa tetap ada warga Eropa yang merasakan konsekuensi yang negatif akibat imigrasi.

“Ada orang yang memang merugi dan menderita,” katanya kepada Thomson Reuters Foundation. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*