Washington, LiputanIslam.com—Penelitian dari Columbia Law School Human Rights Clinic dan Sanaa Center for Strategic Studies menemukan, pemerintah AS hanya mengakui secara resmi 1 dari 5 serangan drone mereka yang mencabut nyawa orang.

Ini adalah penelitian pertama yang menemukan secara tepat angka serangan drone yang diakui secara resmi oleh AS.

Dalam serangan udara militer AS di Irak dan Suriah, pejabat Pentagon mengklaim kematian penduduk sipil akibat drone jauh lebih sedikit dibandingkan yang dilaporkan oleh NGO-NGO.

Serangan drone dibatasi dalam masa kepemimpinan Presiden Bush, namun meningkat secara tajam di bawah Presiden Obama. Meski jumlah serangan menurun di akhir masa Obama, ia kembali meningkat dengan dramatis dalam pantauan Presiden Trump.

Laporan dari The Columbia ini mempertanyakan transparansi dalam operasi-operasi militer AS dan ketidakpedulian atas kematian penduduk sipil.

The Columbia juga mencatat bahwa tidak mungkin berharap adanya pertanggungjawaban yang baik oleh pemeritah AS, terutama ketika aksi-aksi mematikan itu telah membunuh orang-orang tak bersalah, dan ketika pemerintah bahkan tidak mau melewati jalan formal untuk mengakui berapa pembunuhan yang telah mereka lakukan. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL