Tel Aviv, LiputanIslam.com–Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa lebih dari 70% pernyataan dari para politisi senior Israel terbukti keliru dan menyesatkan. PM Israel Benjamin Netanyahu ditempatkan di urutan teratas dalam daftar politisi penebar kebohongan.

Penelitian ini digelar oleh Yifat Media Check Ltd. dan Hamashrokit, LSM pemeriksa fakta The Whistle (המשרוקית).

Dalam studi ini, para wakil partai koalisi ditemukan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengeluarkan pernyataan keliru. Sebanyak 74% pernyataan mereka ketahuan menyesatkan, 12% setengah keliru, dan hanya 14% yang akurat.

Kebohongan politik yang mendapat banyak peliputan media, yaitu 7 juta kali eskposur di media sosial, dimiliki oleh Netanyahu. PM Israel ini telah membuat sejumlah pernyataan dan tuduhan tak berdasar tentang program nuklir Iran.

Namun, sayangnya, penelitian menemukan bahwa pernyataan keliru Netanyahu tentang Iran dianggap kredibel oleh 88 persen pembaca dan penonton berita di Israel.

“Studi ini menunjukkan bahwa para politisi ini menganggap mereka tidak perlu bertanggungjawab di media atas kebohongan mereka,” kata Tehilla Schwartz-Altschuler, kepala program Democracy in the Information Age di di Institut Demokrasi Israel.

“Jika 75% dari apa yang mereka katakan adalah kebohongan, dan media terus menyebarkannya sebagai corong pemerintah, kita benar-benar berada dalam masalah,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Israel, Arye Deri, menempati peringkat kedua daftar politisi penebar berita bohong. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*