Washington, LiputanIslam.com—Sebuah penelitian dari Harvard School of Public Health, Universitas Colorado dan Universitas Northeastern menemukan bahwa terdapat sekitar tiga juga warga AS yang membawa pistol tangan setiap hari. Sementara 9 juta orang membawanya setidaknya sebulan sekali.

Kebanyakan pemilik senjata ini adalah pria muda, tinggal di negara bagian selatan AS, dan mengakui diri berpandangan konservatif secara politik.

Menurut studi dari American Journal of Public Health pada Kamis (19/10/17), mereka yang rajin membawa pistol ini juga cenderung mengatakan bahwa keamanan adalah alasan utama dalam berjalan kaki ke mana-mana dengan senjata mematikan di tangan.

Penelitian seperti ini dilakukan untuk pertama kalinya selama 20 tahun, setelah berkali-kali terjadi penembakan massal di sekolah, tempat kerja, dan konser di AS.

“Penting untuk mempelajari pistol tangan karena sekitar 90 persen kejahatan pembunuhan oleh senjata disebabkan oleh pistol,” kata Ali Rowhani-Rahbar, profesor epidemiologi di Universitas Washington School of Public Health.

Di semua kawasan di AS, hukum negara tentang pembawaan pistol secara genal menjadi semakin kurang restriktif selama 30 tahun terakhir.

Berdasarkan data, ada lebih dari 100.000 orang yang tertembak setiap tahun di AS dengan kerugian sebesar $45 milyar.

Salah satu tragedi penembakan massal yang paling fatal terjadi Las Vegas, Nevada, pada 1 Oktober lalu. Dalam kejadian ini setidaknya 59 orang tewas dan lebih dari 500 terluka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL