Washington, LiputanIslam.com—Lebih dari satu per tiga mahasiswa Amerika mengaku tidak memiliki cukup uang untuk makanan. Beberapa bahkan harus menahan lapar selama sehari penuh karena kekurangan uang. Demikian laporan dari para peneliti Universitas Temple dan Lab HOPE Wisconsin.

Dalam penelitian berjudul Still Hungry and Homeless in College ini, 36 persen mahasiswa ditemukan mengalami ketidakamanan pangan selama 30 hari terakhir, yang berarti mereka tidak mampu mendapat makanan sehat dan bernutrisi.

“Intinya jelas: Pendidikan di Amerika mengalami hambatan,” tulis laporan itu. “Keperluan dasar siswa harus diamankan jika mereka sedang belajar di level manapun—sekolah dasar, menengah, atau universitas,”

“Ini benar-benar merusak kemampuan mereka belajar di sekolah,” kata Sara Goldrick-Rab, profesor kebijakan pendidikan tinggi di Universitas Temple.

“Nilai ujian mereka tampak menurun, dan secara keseluruhan, peluang mereka untuk lulus lebih sedikit. Mereka hampir tidak dapat lari dari kondisi kemiskinan,” katanya kepada National Public Radio (NPR).

Dalam penelitian lainnya, disebutkan bahwa 9% mahasiswa universitas hidup tanpa rumah, dengan 3 persen di antaranya harus tidur di gedung tua, kendaraan, atau tempat-tempat yang tidak layak selama mereka menyelesaikan studi mereka.

“Data menunjukkan bahwa tidak tercapainya kebutuhan-kebutuhan dasar telah  mempengaruhi para siswa yang terpinggirkan dan …. itu terkait dengan risiko pengangguran yang lebih tinggi,” tulis laporan itu. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL