hawkingLondon, LiputanIslam.com — Fisikawan besar Stephen Hawking memuji program luar angkasa Rusia dan menyebutnya ‘lebih maju dari AS” selama era Perang Dingin.

Seperti laporan Press TV, kemarin (30/3), pernyataan Hawking itu disampaikan dalam wawancara dengan kantor berita Rusia TASS, Senin (28/3), terkait dengan misi penerbangan luar angkasa pertama yand dilakukan Yuri Gagarin pada bulan April 1961, yang menjadi misi penerbangan luar angksa berawak pertama kali dalam sejarah.a

Rusia mencatat keunggulan pertamanya dengan mengirim satelit pertama ke luar angkasa, ‘Sputnik’, pada tahun 1957. Namun AS berhasil membalikkan keunggulan dengan mendaratkan manusia pertama ke bulan pada tahun 1969.

“Amerika bisa mempercayakan Rusia untuk terbang dari dan ke stasiun luar angkasa International Space Station. Masa depan tergantung pada kerjasama seperti itu,” kata Hawking tentang program-program luar angkasa saat ini.

Lebih jauh ia mengingatkan bahaya ancaman perang nuklir, pemanasan global dan virus hasil rekayasa atas masa depan manusia di bumi, sehingga program luar angkasa sangat diperlukan manusia.

“ADalam penting bahwa kita bisa selamat dari batas-batas planet kita yang labil. Kita harus menyebar ke luar angkasa dan ke bintang-bintang lain, sehingga bencana di bumi bukan akhir bagi kehidupan manusia,” tambah Hawking.

Menurut perkiraanya manusia sudah akan bisa tinggal di Mares dalam 100 tahun ke depan.

“Untuk melakukan ini kita harus menanam investasi, meningkatkan pengetahuan kita tentang bagaimana cara bertahan hidup dari radiasi kosmis, kerusakan tubuh, dan bagimana mengatasi kekurangan bahan-bahan kebutuhan tubuh di luar bumi,” kata Hawking lebih jauh.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL