paus francisRoma, LiputanIslam.com — Sri Paus mengecam kebebasan berekspresi yang tidak terbatas sehubungan dengan insiden serangan majalah Charlie Hebdo yang disebabkan oleh tindakan majalah tersebut yang telah melukai umat Islam.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (15/1) petang, Sri Paus Franciscus mengatakan bahwa kebebasan berekspresi memiliki keterbatasan dengan tetap menghormati agama-agama dan tidak menjadikannya obyek olok-olok. Ia pun memberi contoh bahwa seseorang mungkin saja akan mendapatkan pukulan jika berani menghina ibunya.

“Jika teman baik saya Doctor Gasparri berbucara buruk tentang ibunya, ia bisa mendapatkan pukulan. Anda tidak bisa memprovokasi. Anda tidak boleh mempermalukan kepercayaan orang lain. Anda tidak bisa mengolok-olok keyakinan orang lain. Ada batasan,” kata Sri Paus.

Pernyataan Paus tersebut disampaikan dalam penerbangan menuju Filipina setelah berkunjung di Sri Lanka, Kamis (15/1). Pada saat hampir bersamaan 4 korban aksi serangan bersenjata di Paris minggu lalu dikuburkan. Mereka adalah 3 awak media Charlie Hebdo dan seorang polisi.

Dalam serangan tanggal 7 Januari lalu itu sebanyak delapan awak media, seorang tamu, seorang pembantu dan dua polisi tewas. Sehari kemudian sebuah serangan terkait yang terjadi di supermarket “kosher” menewaskan 5 orang, termasuk seorang polisi wanita.

Baik pelaku serangan maupun jubir organisasi Al Qaida mengklaim serangan tersebut dilancarakan oleh Al Qaida Yaman.

Perancis mengerahkan ribuan polisi dan tentara untuk menjaga keamanan, terutama di tempat-tempat ibadah menyusul terjadinya serangan itu. Sementara dikabarkan terjadi sejumlah serangan terhadap tempat-tempat ibadah umat Islam.

Di sisi lain Presiden Francois Hollande menyerukan untuk melindungi umat Islam yang disebutnya sebagai “korban pertama” fanatisme, fundamentalisme dan intoleransi. Ia menyebut bahwa sikap anti-Islam dan anti-semit harus dihukum.

Namun pada saat yang sama ia juga memuji Charlie Hebdo yang kembali meluncurkan edisi terbarunya yang menggambarkan “Nabi Muhammad” menangis sambil membawa papan bertuliskan “I am Charlie” serta tulisan “Semua Dimaafkan” di atasnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*