Kolombo, LiputanIslam.com–Pemerintah Sri Lanka menjatuhkan larangan untuk menutup wajah dengan segala cara pasca peristiwa bom bunuh diri pada minggu lalu. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi pelaku teror.

Aturan yang diberlakukan pada hari ini (29/4) tidak mengecualikan alasan-alasan keagamaan seperti pemakaian cadar dan penutup muka lainnya.

“Keputusan telah dibuat oleh presiden untuk melarang segala bentuk penutupan wajah yang akan menghambat identifikasi di bawah regulasi darurat,” demikian pernyataan dari kantor presiden, seperti dikutip India Today.

Pemerintah Sri Lanka telah meminta dukungan dari para pemimpin Muslim sebelum memutuskan penjatuhan larangan ini. Beberapa ulama Muslim di negara bermayoritas Buddha itu juga telah memihak pemerintah dan meminta para wanita mereka untuk berhenti mengenakan burqa dan niqab.

Serangkaian bom mengguncang gereja dan hotel Sri Lanka pada 21 April lalu, yang menyebabkan 253 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Pihak berwenang pun segera menangkap lebih dari 70 tersangka dari seluruh penjuru negeri. ISIS mengklaim bahwa para tersangka bom bunuh diri itu adalah tentara mereka. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*