s-care1Hermel, LiputanIslam.com—Soekarno Care, lembaga nirlaba yang menggagas pengumpulan donasi untuk membantu para pengungsi Suriah, akhirnya berhasil menembus Hermel, untuk menghantarkan bantuan dari rakyat Indonesia.  Hermel adalah wilayah Lebanon utara yang menjadi tempat berlindung sekitar 6000 pengungsi Suriah.

Mochammad, utusan Soekarno Care (S-Care) yang datang langsung ke Hermel menceritakan, kawasan ini sebenarnya sangat rawan. Roket-roket yang diduga diluncurkan oleh kelompok oposisi Suriah yang berada di daerah perbatasan Lebanon sering menimpa Hermel. Pada tanggal 1 Maret 2014, tim S-Care datang ke Hermel dengan menyewa mobil dari Beirut. Perjalanan Beirut-Hermel yang dulu bisa ditempuh dalam 3 jam, kini harus ditempuh lebih lama lagi karena banyaknya check-point (posko pemeriksaan militer) di sepanjang jalan. Sebelumnya, tim S-Care juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.

Kunjungan tanggal 1 Maret itu bertujuan untuk survei kondisi pengungsi dan mengidentifikasi kebutuhan mereka. Para pengungsi di Hermel tersebar di beberapa titik lokasi pengungsian, antara lain di Shwaghir dan Al Houch.  Mochammad juga melakukan wawancara singkat dengan pengungsi. Mereka menyebutkan hampir tak ada bantuan yang datang. Badan PBB pernah membuatkan sebuah sekolah darurat. Sementara makanan umumnya berasal dari bantuan spontanitas warga Lebanon di sekitar kamp pengungsian.

Keesokan harinya, 2 Maret 2014, S-Care kembali Al Houch dengan membawa bahan-bahan makanan yang merupakan sumbangan rakyat Indonesia. Para pengungsi di Al Houch menyambut dengan suka cita. Dengan senyum lebar mereka memegangi spanduk Soekarno Care yang bergambarkan Bapak Revolusi Indonesia, Soekarno.

Saat ditanya mengapa lembaga donasi untuk pengungsi Suriah ini memakai nama Soekarno, Mochammad menjawab, “Hampir tidak ada orang tua Arab yang tidak mengenal siapa Soekarno. Mereka menyebutnya Ahmad Sokarno. Bung Karno dikenal menentang pendirian negara Israel, berani melawan dominasi AS, dan menggagas gerakan nonblok (GNB). Kita ingat perkataan Bung Karno dalam sidang GNB, “Kami yang duduk dan berkumpul di sini bukan atas dasar ras, suku dan agama, melainkan atas dasar kepentingan yang sama.” Ini pula yang kami katakan: kami mendirikan lembaga penggalangan dana ini (Soekarno Care) bukan atas dasar ras, suku mazhab, dan agama melainkan atas dasar kepentingan yang sama, yaitu kepentingan kemanusiaan.”

Namun demikian, menurut Mochammad, bantuan yang bisa disampaikan masih sangat sedikit dan karenanya, dibutuhkan lebih banyak lagi donasi dari rakyat Indonesia.(dw/soekarnocare.org)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL