LiputanIslam.com – Dalam rapat paripurna ke-16 Masa Persidangan IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/5) kemarin, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa, mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Namun PAN dan Demokrat memilih untuk tidak bersuara dalam menanggapi usul tersebut. Padahal Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan anggota Fraksi PAN, Ali Taher, hadir dalam rapat tersebut. Keduanya adalah partai koalisi.

Sementara anggota dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menyetujui usul dari PKS tersebut.

Alasan Ledia mengusulkan pansus pemilu 2019 adalah bahwa DPR perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemilu 2019 karena telah memakan banyak korban. Tercatat bahwa ada 554 panitia pengawas pemilu dan KPPS yang meninggal dunia. Selain itu, entry data ke Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU pun terjadi banyak kesalahan.

“Kami melihat ada banyak masalah. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu ,” tutur Ledia. (Ay/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*