sekolah korselJakarta, LiputanIslam.com — Sepekan lebih setelah ratusan siswa dan guru tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol, Danwon High School di Ansan, Korsel, aktif kembali. Puluhan pakar konseling pun dilibatkan untuk mendampingi para siswa yang trauma oleh musibah itu.

Sepekan terakhir menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar siswa SMA Danwon, di Ansan, sebelah selatan Soeul, ibukota Korea Selatan. Betapa tidak, lebih dari 300 siswa menjadi penumpang kapal feri Sewol yang tenggelam di perairan Jindo, pada Rabu (16/4).

Seperti diberitakan Reuters, dari jumlah tersebut hampir 250 siswa dan guru di sekolah itu menjadi korban tewas. Yang menyedihkan lagi, Wakil Kepala Sekolah Danwon High School yang sebelumnya berhasil diselamatkan dari tragedi malah memilih bunuh diri.

Kang Min-kyu ditemukan gantung diri di pohon di areal sekolah karena tak kuat menanggung kesedihan kehilangan ratusan siswanya. Min-kyu makin tersiksa karena dialah yang mengusulkan untuk berwisata ke Pulau Jeju. Feri Sewol tenggelam dalam perjalanan menuju pulau wisata tersebut.

Beberapa ruang kelas saat sekolah itu dibuka kembali, pada Kamis (24/4), dipakai untuk upacara penghormatan bagi para siswa dan guru yang meninggal. Rangkaian bunga dengan pita hitam tampak diletakkan di meja-meja yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya.

Puluhan ucapan duka juga mewarnai meja, papan tulis, bahkan dinding-dinding kelas untuk mengenang rekan-rekan mereka yang menjadi korban dalam tragedi kecelakaan laut terbesar di Korsel itu. Mayoritas ucapan bernada harapan agar rekan yang masih hilang kembali. Kendati, harapan itu begitu tipis.

“Jika aku bisa bertemu kamu lagi, aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintai kamu. Aku tidak memiliki kesempatan ini sebelumnya,” tulis salah satu siswa.

Pihak sekolah sengaja melibatkan puluhan pakar konseling pada hari pertama sekolah dibuka kembali, setelah tragedi yang sangat mengguncang Korsel, bahkan dunia itu. Mereka dihadirkan terutama untuk mendampingi para siswa yang selamat dari tragedi mengenaskan tersebut.

Trauma yang teramat berat diperkirakan akan menghantui para siswa yang selamat dari tragedi. Tak hanya trauma akibat pengalaman buruk menyelamatkan diri dari bencana, namun juga bagaimana mengatasi kesedihan kehilangan rekan-rekan tercinta sesama siswa Danwon High School.(ca/nefosnews) 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL