Polda Metro Jaya 2

Klik ntuk memperbesar

Jakarta, LiputanIslam.com – Situs resmi Polda Metro Jaya (PMJ) yang beralamat di www.metro.polri.go.id tidak hanya menampilkan berbagai artikel ataupun kabar berita yang terkait dengan layanan, info, ataupun aduan masyarakat.

Di pojok kanan bawah halaman depan situs  PMJ, menampilkan icon yang terhubung dengan Radio Rodja 756 FM yang bisa dinikmati secara online. Pengunjung hanya cukup meng-klik, dan siaran radio itu pun mengudara.

Syafik Hasyim, Rais Syuriah PCNU Jerman menyatakan, bahwa Radio Rodja adalah corong Wahabi di Indonesia.

“Kaum Salafi-Wahhabi Indonesia membangun Radio Rodja. Rodja sendiri merupakan kependekan dari Radio Dakwah Ahlusunnah Waljamaah. Bahkan Radio Rodja adalah bagian yang terpenting bagi propaganda Salafi Wahhabi di ruang maya. Radio Rodja ini berpusat di Bogor dan sudah mengudara sekitar 7 tahunan, sejak pertama kali muncul tahun 2004,” jelas Syafik dalam artikelnya yang berjudul Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya, yang dilansir NU Online, 28 Oktober 2013.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa selain berbasis di Bogor, radio Rodja juga  memiliki station relay untuk wilayah Bandung,  http://radiorodjabandung.com mulai pada Juni 2011. Bahkan tidak hanya di Bandung, Radio Rodja sudah melebarkan sayapnya ke daerah-daerah lain seperti Radiio Rodja Beray (95.1 FM), Radio Rodja Lampung (91.1 FM), Radio Rodja dan Radio Rodja Pontianak (101.4 FM) dan juga Tannung Pinang (96 FM).

“Selain lewat radio, akhirnya siaram-siaran tentang Ahlussunah Waljamaah versi Salafi-Wahabi juga bisa dinikmati lewat TV Rodja. Mereka yang memiliki smartphone bisa menikmati baik siaran Radio maupun TV Rodja darimana saja,” papar dia.

Polda Metro Jaya

Klik Untuk Memperbesar

Polda Metro Jaya Tampilkan Blog Wahabi?

Lalu dibawah icon Radio Rodja, terdapat menu ‘Nasehat Ulama Salaf’ yang bila di klik, akan menuju ke halaman Masjid Al Kautsar, di alamat ini.

Di halaman tersebut, terdapat berbagai artikel kajian Islam seperti; Menghidupkan Sunnah Nabi yang Kian Terasing, Mari Mengikuti Sunnah, Janganlah Menyelisihi SunnahJanganlah Mengolok-olok Sunnah, Mengetahui Ciri-ciri Ahlus Sunnah, Agama Ini Telah Sempurna, Bid’ah Suatu Perkara Baru Yang Diada-adakan Dalam Agama, Mengapa Harus Mengikuti Manhaj Salaf ?, Mengenal Sejarah dan Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan masih banyak artikel lainnya. Namun yang ditampilkan di situs PMJ hanya berupa link saja, dan jika di-klik, maka kita akan menuju blog Qur’an dan Sunnah, yang beralamat di qurandansunnah.wordpress.com.

Di dalam blog tersebut, dimuat berbagai kajian Islam. Beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh ummat Islam seperti maulid Nabi, dikatakan sebagai bid’ah.

“Selain itu, seorang yang ingin merealisasikan dan menyempurnakan tauhidnya, ia harus meninggalkan bid’ah (ajaran-ajaran yang tak ada contohnya dalam agama, walaupun dianggap baik oleh sebagian orang). Contoh bid’ah: perayaan tahun baru hijriyyah atau masehi, perayaan maulid Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, perayaan Isra’-Mi’raj, peringatan Nuzulul Qur’an, dan lainnya,” demikian keterangan pada blog Al-Qur’an dan Sunnah tersebut.

“Jadi, seorang harus meninggalkan bid’ah-bid’ah semacam ini, karena bid’ah akan membuat tauhid kita akan keruh dan ternodai. Orang yang melakukan bid’ah telah keluar dari tuntunan syari’at Allah -Ta’ala- yang telah Allah wahyukan kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-; pelaku bid’ah tidaklah taat kepada Allah secara murni. Andai ia meyakini Allah sebagai Robb dan ilah-nya (sembahannya), maka ia akan taat dan tak keluar dari tuntunan-Nya,” tambahnya lagi.

Kelompok manakah yang begitu anti terhadap perayaan maulid Nabi?

kh-said-aqilPBNU: Wahabi Anti-Maulid, Pemerintah Harus Tegas

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengharapkan Pemerintahan Jokowi-JK bersikap tegas terhadap kelompok Islam radikal yang saat ini bermunculan. Menurutnya, gerakan Wahabi membawa aliran tidak sesuai dengan ajaran Islam Indonesia.

“Negara kita sangat terbuka, liberal, sehingga lahirlah kelompok Islam yang radikal dan aneh. Ajarannya tertolak oleh umat Islam dan budaya Indonesia. Terus terang saja, Islam Wahabi, Islam yang anti-Maulid Nabi, anti ziarah kubur, anti Isra Miraj. Itu ajaran aneh bagi umat muslim Indonesia ” kata Said di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2014 seperti dilansir republika.co.id.

“Gerakan ini dengan bebasnya menyebarkan ide-ide, ajaran-ajaran dengan membangun pasantren-pasantren, dan madrasah di Indonesia. Islam Wahabi itu bukan Islam Nusantara, karena gerakan tersebut telah merusak tempat ibadah di sejumlah daerah di Indonesia,” paparnya lagi.

Mengapa Harus Radio Rodja, Bukan Radio NU?

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia juga memiliki sarana dakwah, seperti Radio NU yang juga bisa diakses secara online. Namun mengapa yang ditampilkan di website Polda Metro Jaya (PMJ) adalah Radio Rodja, bukan Radio NU?

Begitu pula dengan situs kajian Islam, mengapa yang ditampilkan adalah blog milik kelompok Wahabi, bukan situs resmi NU seperti NU Online, atau situs Muhammadiyah?

Mungkinkah pemerintah bisa diharapkan untuk bertindak tegas kepada kelompok Wahabi, jika aparat penegak hukum seperti PMJ saja mendukung penyebaran ideologi Wahabi melalui situs resminya? Apakah PMJ telah disusupi Wahabi? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*