hacker2Washington DC, LiputanIslam.com — Situs militer AS terkena serangan siber yang dilakukan kelompok yang mengaku simpatisan Suriah. Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Barack Obama menyerukan dibentuknya UU keamanan siber baru dalam pertemuan G-7 di Jerman.

Mengutip National Journal, kantor berita Russia Today pada hari  Selasa (9/6) melansir, situs Army.mil mengalami kerusakan hingga Senin malam (8/6). Saat di buka, situs menampilkan beberapa tulisan, “Hacked by the Syrian Electronic Army” dan “Stop training the terrorists!”, serta “Your government is corrupt don’t listen to it!”. Kelompok yang menamakan diri ‘Syrian Electronic Army’ kemudian memposting hasil kerja mereka di akun Twitter mereka.

Para pejabat militer AS mengatakan bahwa situs tersebut hanya mengalami gangguan sementara yang tidak membahayakan keamanan.

“Militer telah melakukan langkah-langkah keamanan yang tepat untuk mencegah terjadinya kebocoran data,” kata Jubir milter AS Brigjen Malcolm Frost.

Serangan siber ini kemungkinan merupakan yang pertama dialami situs Army.mil yang dioperasikan langsung oleh militer AS. Pada bulan Januari lalu kelompok yang menamakan diri “Cyber Caliphate” membajak akun Twitter dan YouTube milik pusat komando militer AS di Timur Tengah dan Asia Tengah (CENTCOM), dengan memposting file-file rahasia militer AS.

Minggu lalu, kantor US Office of Personnel Management (OPM) mengakui terjadi serangan siber atas situs mereka. AS menuduh Cina sebagai pelakunya, namun dibantah Cina.

Pada pertemuan G-7 di Jerman, kemarin (8/6), Presiden Barack Obama mendesak Congress AS untuk mendukung langkah pemerintah untuk membentuk UU Keamanan Siber yang baru.

“Baik aktor negara maupun non-negara telah melakukan segala hal yang mereka bisa untuk menyusup sistem-sistem ini. Dalam hal ini kita perlu bertindak lebih agresif dan lebih perhatian dari yang sudah-sudah,” kata Obama.

Namun, di sisi lain AS juga dikenal sebagai aktor serangan siber terhadap program nuklir Iran dengan menyusupkan virus Stuxnet ke sistem komputer fasilitas-fasilitas penelitian nuklir Iran antara tahun 2009 dan 2010. Serangan Stuxnet juga dikabarkan telah dilakukan AS terhadap Korea Utara, namun mengalami kegagalan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL