pro-russian-separatists-build-barricades-in-east-ukraine-as-kiev-warns-of-forceDonetsk, LiputanIslam.com — Situasi di wilayah Provinsi Donetsk dan kota-kota di Ukraina timur yang membangkang terlihat tenang setelah adanya pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan pemimpin OSCE yang juga Presiden Swiss Didier Burkhalter di Moskow, Rabu (7/5).

“Tembakan mortir di Slavyansk telah berhenti. Situasi juga tenang di Mariupol setelah pengembalian kekuasaan di Dewan Kota. Juga tidak ada tembak-menembak di kota-kota lain di Provinsi Donetsk,” kata seorang komandan milisi Donetsk kepada kantor berita Rusia Interfax kemarin.

Namun demikian tidak ada penarikan pasukan reguler Ukraina dan milisi kelompok militan Right Sector, tambahnya.

Sementara itu dalam keterangan persnya usai pertemuan dengan Putin, Didier Burkhalter mengatakan bahwa OSCE (organisasi keamanan Eropa) siap untuk mengkoordinasikan operasi keamanan di Ukraina.

“Dokumen-dokumen tentang rencana itu akan diserahkan kepada semua pihak yang terlibat dalam kesepakatan Genewa dalam waktu beberapa jama ke depan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pada hari ini, Kamis (8/5), utusan OSCE untuk Ukraina dan Sekjen OSCE akan berada di Kiev. Kontak dengan AS juga akan dilakukan. Selain itu ia juga akan langsung terbang ke Brussel usai pertemuan itu.

“Kami percaya dengan tanggungjawab politik pada para pemimpin pihak-pihak yang terlibat dalam penandatanganan Kesepakatan Genewa (Ukraina, Uni Eropa, Amerika, Rusia) dan berharapa bahwa semua langkah yang telah direncanakan akan dilaksanakan sesegera mungkin,” tambahnya.

Menurut Burkhalter sangat realistik untuk memulai dialog nasional antara kelompok-kelompok politik di Ukraina. Ia menekankan bahwa semua kelompok dan figur penting harus dilibatkan karena hanya orang-orang Ukraina yang paling berhak menentukan masa depan mereka. Dialog harus bisa terselenggara sebelum pemilihan presiden tgl 25 Mei mendatang.

Sementara itu Vladimir Putin, sebagaimana Burkhalter juga mengabaikan ide dilakukannya perundingan kembali 4 pihak yang terlibat dalam konflik di Ukraina (Perundingan Genewa-2). Menurutnya, tujuan utamanya adalah terlaksananya dialog langsung antara pemerintah Ukraina dengan rakyat Ukraina timur yang membangkang.

“Saya sangat yakin tidak cara lain untuk menyelesaikan krisis Ukraina kecuali sebuah dialog yang terbuka, fair dan adil,” kata Putin.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL