buolPalu, LiputanIslam.com — Situasi di Buol, Sulawesi Tengah, sampai Minggu siang (20/4), masih mencekam karena kelompok masa masih terus melakukan serangan-serangan ke dua polsek yang telah dirusak sejak Sabtu (19/4) malam.

“Hingga minggu siang ini, sekelompok massa masih terus melakukan penyerangan ke Polsek Biau dan Momunu, namun anggota telah diperintahkan untuk tidak melakukan perlawanan dan bersikap pasif dan bertahan,” kata Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Rostin Tumaloto yang dihubungi di Palu, Ahad (20/4).

Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Ari Dono Sukmanto sudah berangkat menuju Buol sejak Sabtu malam dan diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Ahad siang ini untuk mengendalikan langsung situasi di sana.

Menurut Kompol Rostin, akibat bentrokan yang terjadi sejak Sabtu malam itu, maka seorang warga cedera akibat kena lemparan batu, bukan karena tembakan polisi.

“Sejak awal anggota sudah diperintahkan agar tidak melakukan tembakan sekalipun dengan peluru karet, kecuali tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa,” ujarnya.

Di pihak kepolisian, Rostin menyebutkan markas Polses Biau dan Momunu rusak berat akibat pelemparan massa, sementara 12 rumah tempat tinggal anggota Polsek di dua polsek itu dirusak dan isinya dijarah, termasuk rumah Wakapolres Buol.

“Isi rumah yang tidak bisa dibawa massa yang menjarah mereka tarik ke luar rumah dan membakarnya, sedangkan barang-barang yang bisa mereka bawa seperti televisi dan peralatan rumah tangga lainnya dibawa warga entah kemana,” ujarnya.

Keluarga anggota Polsek semuanya telah diungsikan ke tempat yang aman, sementara anggota polsek sendiri masih bertahan di markasnya masing-masing, katanya menambahkan.

Seorang warga bernama Arfan yang dihubungi Sabtu malam mengemukakan bahwa rusuh di Buol ini berawal dari pengamanan pertandingan sepak bola kompetisi Divisi I yang diikuti oleh Persbul Buol. Karena terjadi kekacauan usai pertandingan, maka polisi kemudian berusaha mengamankan situasi hingga harus mengeluarkan tembakan sehingga menimbulkan kepanikan.

Dalam peristiwa itu seorang warga mengalami cedera, dan hal inilah yang diduga memicu kemarahan massa sehingga mereka mendatangi dua polsek tersebut dan melakukan perusakan dan penjarahan.

Bentrokan antara massa dan polisi pernah terjadi di Buol pada 2010 menyusul meninggalnya seorang tahanan di Polsek Biau. Dalam bentrokan itu, delapan warga tewas dan hal ini membawa trauma di masyarakat Buol sampai saat ini.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL