Washington, LiputanIslam.com–Sekitar seratus siswa dan orangtua dari sekolah Florida yang menjadi target penembakan massal yang mematikan pada minggu lalu, melakukan demo untuk menuntut kebijakan pemerintah yang lebih ketat terkait penggunaan senjata api.

Sekelompok siswa dan orangtua mereka ini melakukan perjalanan bersama-sama ke Tallahassee, di mana mereka membeberkan daftar tuntutan untuk pemerintah, termasuk diantaranya pelarangan senapan dan pemeriksaan latar belakang yang universal bagi para pengguna senjata.

“Kami di sini untuk memastikan ini [penembakan massal] tidak pernah terjadi lagi,” kata seorang siswa senior bernama Diego Pfeiffer di depan kumpulan peserta aksi.

“Kami tidak akan berhenti sampai sesuatu berubah. Kami tidak akan berhenti sampai suara kami didengar…” kata Emma Stravitz, seorang siswa baru berumur 14 tahun.

“Saya sudah diberitahu ini [perubahan kebijakan senjata] akan sulit, bahwa ini akan menjadi jalan yang panjang. Kami tidak akan pergi sampai sesuatu terjadi,” tambah Stravitz.

Sementara seorang siswa senior lain bernama Tyra Hemans, menegaskan bahwa ia “tidak akan kembali ke sekolah sampai presiden dan para pejabat mengubah kebijakan,”

Dalam tragedi penembakan massal di sekolah itu, 14 siswa dan tiga guru tewas, sementara 15 lainnya terluka.

Pembunuhan massal di Sekolah Marjory Stoneman Douglas, Parkland, telah memicu perdebatan nasional Amerika mengenai kebutuhan untuk mereformasi hukum senjata api.  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*