schoolNew York, LiputanIslam.com– Sebuah keluarga Muslim AS melaporkan sekolah di New York yang memaksa anak mereka menandatangani berkas berisi pengakuan bahwa ia adalah seorang teroris.

 Keluarga yang tinggal di Long Island, New York itu melaporkan bahwa otoritas sekolah memaksa sang anak mengakui dia adalah anggita ISIS dan dia sedang berencana membom pagar sekolah.

Korban bernama Nashwan Uppal (12), anak berkubutuhan khusus yang di-bully karena agama yang dianut keluarganya.

Pengacara David Antwork mengatakan bahwa wakil kepala sekolah tersebut, Jason Stanton, memaksa Uppal untuk mengisi berkas pengakuan itu.

Stanton berkali-kali bertanya kepada Nashwan apakah ia adalah teroris, dan apakah ia membuat bom di rumahnya. Namun ketika Nashwan berkata tidak, Stanton meneriakinya, “Jangan berbohong pada kami!”

Uppal yang gemetar ketakutan lalu menandatangani kertas pengakuan yang berisi tulisan bahwa ia adalah “anggota ISIS, tahu cara membuat bom, punya bom di rumahnya, dan akan meledakkan pagar sekolah.”

Antwork mengatakan akhir-akhir ini menjadi Muslim di AS adalah suatu hal sulit. Banyak berita anti-muslim yang bertebaran TV-TV sehingga memunculkan Islamophobia di tengah masyarakat AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL