Washington, LiputanIslam.com—Pasca tragedi penembakan massal di sebuah sekolah di Parkland, Florida, siswa AS menggelar unjuk rasa kepada Presiden Donald Trump atas kebijakannya tentang pengendalian senjata api pada Senin (19/2/18).

Dalam aksi unjuk rasa itu, sebagian siswa remaja melakukan aksi berbaring bersama-sama di atas jalan di depan gerbang Gedung Putih. Siswa lain yang berdiri memegang plakat bertuliskan “Am I next? [Apakah aku korban selanjutnya?]”

Mereka juga meneriakkan slogan yang mengecam Asosiasi Senapan Nasional (NRA), sebuah sebuah organisasi yang mengadvokasi hak-hak bersenjata di Amerika.

“Hey, hey NRA, berapa banyak anak yang kalian bunuh hari ini!” teriak para siswa.

Selain itu, para siswa ini juga mengkritik Kongres AS yang tidak bertindak apa-apa untuk mengatasi kejahatan senjata di negeri Paman Sam itu.

“Kongres terlibat dalam kejahatan! Jangan ada korban anak lagi!”

Aksi unjuk rasa ini diadakan oleh kelompok aktivis siswa bernama Teens for Gun Reform.

“Kita harus berdiri bersama dalam solidaritas sebagai generasi muda, dan menunjukkan kepada para pembuat undang-undang bahwa kita menuntut reformasi agar kita merasa lebih aman di ruangan kelas kita,” tulis kelompok ini dalam sebuah deklarasi yang diunggah di Facebook.

Pada Rabu sebelumnya, terjadi penembakan tragis di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas yang membunuh 17 siswa dan petugas sekolah dan melukai 16 lainnya.

Si pelaku, Nikolas Cruz (19), dilaporkan menembakkan 100 peluru dengan senapan AR-15 dalam kejadian tersebut. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*