bishopsRoma, LiputanIslam.com — Beberapa pejabat senior gereja Katholik menyerukan kepada gereja untuk melakukan “sikap lebih positif” terhadap homoseksualitas. Para aktifis homoseksual pun memujinya  sebagai suatu “terobosan”.

Seperti dilaporkan BBC News, Selasa (14/10), sebuah laporan awal yang ditulis oleh beberapa bishop (pemuka agama Katholik) dalam sebuah Sinoda Gereja Vatican, hari Minggu (12/10), menyebut homoseksual sebagai “pemberian dan kualitas yang bisa ditawarkan” kepada penganut Katholik.

Beberapa pemuka agama konservatif menolak laporan itu dan menyebutnya sebagai “pengkhianatan” terhadap gereja.

Lebih dari 200 bishop berpartisipasi dalam sidang Sinoda yang digelar sejak 5 Oktober lalu. Mereka dikumpulkan oleh Paus Francis untuk mendiskusikan isu-isu kontroversial seperti aborsi, kontrasepsi, perceraian dan homoseksual.

“Apakah kita bisa menerima orang-orang itu, dan menjaminkan kepada mereka ruang persaudaraan dalam komunitas kita?” demikian bunyi sebagian dari laporan itu.

Paus Francis yang menekankan pada aspek positif ketimbang negatif atas seksualitas manusia, tampaknya mendapatkan dukungan dari sebagian bishop yang hadir dalam sinoda. Demikian BBC melaporkan.

Paus sebelumnya, Benedictus menyebut homoseksual sebagai “penyimpangan intrinsik”. Pandangan ini termuat dalam dokumen yang ditulis tahun 1986 ketika Benedict menjadi ketua penasihat theologi Paus Paulus II.

Sementara Paus Francis menunjukkan sikap lebih toleran kepada homoseksual. Dalam sebuah acara festival pemuda Katholik di Brazil tahun lalu, ia mengatakan: “Jika seseorang mencari Tuhan dan memiliki niat baik, maka bagaimana saya bisa menyalahkan?”

Paus Francis juga menjadi pontiff pertama yang menyebut kata “gay” di depan publik daripada “homosexuals”.

Human Rights Campaign, kelompok pembela homoseksual asal AS menyebut laporan itu sebagai “suara baru yang dramatis”. Sementara kelompok Quest yang berbasis di Inggris menyebutnya sebagai “terobosan”.

Namun kelompok anti-homoseksual Voice Of The Family, menyebutnya sebagai “pengkhianatan”. Pendiri kelompok ini, John Smeaton menyebut laporan itu sebagai “salah satu dokumen resmi Katholik paling buruk dalam sejarah”.

Tahun lalu, sebuah survei yang digelar oleh Paus Francis menemukan fakta bahwa mayoritas warga Katholik menentang ajarang gereja tentang sek dan kontrasepsi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL