buku homoseksualSingapura, LiputanIslam.com — Pemerintah Singapura menarik peredaran dua buku bacaan anak-anak yang berisi ajaran homoseksual. Pencabutan dilakukan karena buku-buku itu memicu perdebatan publik yang sengit tentang hak-hak kaum homoseksual di Singapura.

Kedua buku bacaan itu adalah “And Tango Makes Three” yang menggambarkan sepasang penguin homoseksual dan “The White Swan Express” menggambarkan sepasang lesbian. Demikian dilaporkan oleh BBC News, hari ini (10/7).

Munculnya buku-buku itu di publik memicu munculnya petisi penolakan yang ditandatangani oleh ribuan orang yang menentang homoseksual di Singapura.

Homoseksual dianggap ilegal di Singapura meski pemerintah berjanji untuk tidak menindak keras aksi-aksi homoseksual, termasuk membiarkan pawai tahunan kaum homoseksual di Singapura. Namun publik bereaksi lebih keras. Menandingi pawai homoseksual beberapa waktu lalu, para aktifis lintas agama menggelar pawai anti-homoseksual.

Kedua buku tersebut di atas sebenarnya telah ditarik terlebih dahulu awal minggu ini dari perpustakaan-perpustakaan publik setelah beberapa orang pembaca mengirim surat protes kepada Dewan Perpustakaan Nasional.

Lembaga itu dalam pernyataannya mengatakan akan menerapkan “pendekatan pro-keluarga (anti homoseksual) dan kehati-hatian dalam menentukan judul-judul buku untuk anak-anak muda”, serta rencana akan menghancurkan buku-buku tersebut di atas meski mendapat penentangan dari berbagai pihak.

Sementara itu sekitar 5.000 pro-homoseksual telah menandatangani surat terbuka dan petisi menentang penarikan buku-buku kontroversial tersebut. Mereka menyebut penarikan tersebut sebagai bentuk sensor dan menyatakan bahwa isu buku tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai keluarga.

“And Tango Makes Three” konon ditulis berdasar kisah nyata 2 ekor penguin jantan yang menetaskan sebuah telor di kebun binatang New York Zoo.

Di AS sendiri buku ini memicu kontroversi dan menjadi salah satu buku yang paling banyak diminta untuk dicabut peredarannya.

Sementara “The White Swan Express” menampilkan sepasang lesbian yang berusaha mendapatkan anak angkat asal Cina.

Pada tanggal 28 Juni lalu ribuan aktifis  dan praktisi homoseksual menggelar festifal dan pawai di lapangan Speakers’ Corner. Para aktifis homoseksual juga dengan agresif berusaha mengajukan petisi undang-undang baru yang mencabut undang-undang anti-homoseksual.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL