skandal malaysiaSingapura, LiputanIslam.com — Otoritas Singapura membekukan sejumlah besar rekening bank terkait dengan tindak korupsi yang melibatkan pemerintah Malaysia.

Seperti laporan Press TV dalam pengumuman bersama, Senin (1/2), Otoritas Moneter Singapura dan Departemen Perdagangan Singapura (Commercial Affairs Department) mengatakan bahwa sejak pertengahan 2015 telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan untuk menemukan ‘dugaan pencucian uang dan tindak-tindak kejahatan lain di Singapura’ yang terkait dengan dana-dana investasi milik pemerintah Malaysia.

Sejumlah besar dana yang diperkirakan mencapai $4 miliar dilaporkan hilang dari 1Malaysia Development Berhad, atau dikenal dengan 1MDB, perusahaan investasi milik pemerintah Malaysia, tahun lalu.

Kedua otoritas Singapura itu tengah menjalin kerjasama dengan otoritas-otoritas keuangan dan perdagangan di Malaysia, Swiss dan AS untuk mengumpulkan informasi-informasi yang relevan dengan penyelidikan.

“Terkait dengan penyelidikan-penyelidikan ini, kami terus berusaha untuk mendapatkan informasi dari berbagai lembaga keuangan, memeriksa sejumlah individu, dan telah membekukan sejumlah besar rekening bank. Namun karena penyelidikan masih terus berlangsung, saat ini kami belum bisa memberikan informasi lebih detil tentang masalah ini.”

Sebuah penyelidikan awal membenarkan bahwa sejumlah besar uang dari perusahaan investasi Malaysia itu telah ditransfer ke Swiss. Pemilik-pemilik rekening di Swiss adalah sejumlah pejabat dan tokoh penting Malaysia dan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, pada hari Jumat pekan lalu (29/1), otoritas Swiss mengatakan bahwa penyidikan telah dilakukan sejak Agustus 2015 lalu terhadap dua mantan pejabat 1MDB dan seorang tersangka lainnya yang dirahasiakan atas dugaan penyuapan, pencucian uang dan sejumlah kejahatan lainnya.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, yang mendirikan 1MDB tahun 2009 turut terseret dalam kasus ini, setelah bocornya sejumlah dokemen yang menyebutkan adanya transfer dana senilai $700 juta ke rekening pribadinya, yang terkait dengan 1MDB. Hal ini menimbulkan krisis politik serius di Malaysia, mendorong munculnya tuntutan mundur kepada Razak oleh sejumlah besar kalangan, termasuk mantan perdana menteri Mahathir Mohammad.

Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali, hari Selasa pekan lalu menyatakan Razak tidak terlibat tindakan korupsi, meski ia telah menerima transfer dana besar-besaran dari Saudi Arabia. Namun hal itu belum memuaskan publik Malaysia karena tidak menjelaskan apa motif di balik transfer dana itu, selain ketidak patutan seorang pejabat publik menerima dana besar dari luar negeri.

Apandi mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan otoritas Swiss dalam penyelidikan kasus ini. Saat ini 1MDB dilanda krisis keuangan dengan terlilit hutang hingga $10,1 miliar.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL