penderita ebolaMonrovia, LiputanIslam.com — Parlemen Siera Leone menyetujui UU baru yang menetapkan tindakan menyembunyikan penderita virus ebola sebagai kejahatan dan diancam hukuman penjara.

Para pelaku kejahatan tersebut diancam hukuman penjara selama 2 tahun. Demikian keterangan kementrian hukum Siera Leona seperti dilaporkan BBC News, Minggu (24/8). Namun untuk menjadi produk hukum yang bisa diimplementasikan, undang-undang itu masih harus mendapatkan persetujuan presiden.

Sejauh ini sebanyak 1.427 orang telah tewas dari 2.615 kasus penularan virus ebola sejak merebak bulan Februari lalu. WHO menyebut wabah ebola ini sebagai “tidak pernah terjadi sebelumnya”.

Dalam perkembangan lain, seorang warga negara Inggris yang tinggal di Sierra Leone, hari Sabtu (23/8) dinyatakan positif mengidap virus ebola. Demikian keterangan departemen kesehatan Inggris. Sedangkan pemerintah Filipina memerintahkan 115 pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Liberia untuk kembali ke negaranya.

Untuk mencegah penyebaran virus, Pantai Gading telah menutup seluruh perbatasan daratnya dan melarang penerbangan dari dan ke Sierra Leone, Liberia dan Guinea. Langkah yang sama telah ditempuh oleh Gabon, Senegal, Kamerun dan Afrika Selatan.

WHO menyebut kebijakan pembatasan bepergian tidak banyak berpengaruh untuk menghentikan penyebaran virus ebola. Hanya dengan menambah jumlah dokter dan aparat untuk melacak dan mengobati penderita virus, serta penambahan laboratorium bergerak, maka penyakit ini bisa dihentikan.

WHO menyebut sejak tanggal 19 Agustus lalu terjadi penambahan 142 kasus baru di samping penambahan angka kematian sebanyak 77 orang.

Pejabat WHO Dr Fukuda, dalam sebuah konperensi kesehatan di Monrovia, mengatakan bahwa pemberantasan virus ebola ini membutuhkan kerja keras selama beberapa bulan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL