egypt flagKairo, Liputanislam.com–Kantor berita Mesir, Rabu(5/3) melansir bahwa pemeriksaan pengadilan untuk 3 wartawan Al-Jazeera English dan 17 terduga pendukung terorisme lainnya kembali ditunda hingga 24 Maret mendatang.

Kantor berita tersebut juga menyatakan bahwa salah satu terdakwa yang berkewarga-negaraan Mesir, Mohamed Fahmy, mengatakan kepada hakim bahwa ia tidak akan pernah mungkin mengkhianati bangsanya.

Wartawan-wartawan Al-Jazeera ini menghadapi tuduhan bergabung dengan kelompok teroris, membantu kelompok teroris dan membahayakan keamanan Nasional. Otoritas setempat menuduh Al-Jazeera bias dalam pemberitaan dan berada di belakang para
pendukung Presiden Mohammed Mursi. Jaringan TV itu sendiri menyangkal tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa para wartawannya hanya menjalankan tugas.

Mereka yang ditahan adalah Mohamed Fahmi, kepala bagian Al-Jazeera English yang merupakan seorang Mesir keturunan Kanada, pemenang penghargaan wartawan Australia Peter Greste dan Produser Mesir Baher Mohamed. Kesemuanya bersumpah bahwa mereka tidak bersalah.

Pada bulan Februari, wartawan dari seluruh dunia berkampanye dalam dunia virtual untuk melepaskan tahanan, mereka meposting foto-foto bertema solidaritas di Twitter di bawah hashtag # FreeAJStaff. (lb/nbcnews/hp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL