rurik_jutting-v3Hongkong, LiputanIslam.com — Bankir asal Inggris yang didakwa telah membunuh 2 WNI di Hongkong awal bulan lalu, dinyatakan layak untuk menjalani persidangan kasusnya. Namun persidangan baru akan dilakukan hingga pertengahan tahun depan.

Sebelumnya, Rurik Jutting (29 tahun) telah menjalani penahanan dan dirujuk untuk melakukan tes psikologis. Ia didakwa telah membunuh Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih, 2 warga negara Indonesia yang bekerja di Hongkong. Jenasah keduanya ditemukan di apartemen Jutting tanggal 1 November lalu.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Senin (24/11), hakim yang menangani perkara ini, Bina Chainrai, menyatakan Jutting sehat secara fisik dan mental, setelah 2 minggu menjalani tes psikologis.

Namun sidang selanjutnya baru akan digelar tanggal 6 Juli tahun depan atas permintaan jaksa. Jaksa berdalih membutuhkan waktu untuk mempelajari bukti-bukti yang lebih rinci.

Mengenakan baju yang sama dengan yang digunakan dalam 2 sidang sebelumnya, Jutting mengatakan bahwa ia memahami bahwa ia akan tinggal di penjara sampai tahun depan. Jika terbukti kejahatannya, ia bisa dipenjara hingga seumur hidup.

Polisi menemukan jenasah Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih di apartemen Jutting di kawasan Wan Chai, Hongkong, 1 November lalu setelah Jutting memanggil polisi. Jenasah Mujiasih ditemukan tergeletak di ruang tamu dengan luka di leher dan bokongnya. Sementara jenasah Ningsih ditemukan dalam keadaan termutilasi di dalam kopor di balkon apartemen.

Polisi menetapkan Jutting sebagai tersangka pelaku pembunuhan keduanya.

Jutting berasal dari Cobham, Surrey, Inggris. Ia adalah lulusan sekolah bergengsi Cambridge University serta pernah belajar di Winchester College. Di Hongkong ia bekerja di Bank of America Merrill Lynch hingga sebulan sebelum melakukan pembunuhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL