parlemen ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Perkelahian massal terjadi di ruang sidang parlemen Ukraina, Selasa (8/4), setelah Pyotr Simonenko, ketua Partai Komunis, menuduh partai-partai nasionalis telah memicu terjadinya perpecahan di Ukraina timur dengan langkah-langkahnya yang “mengancam independensi wilayah-wilayah itu”.

Simonenko menuduh pemerintah, yang didominasi kelompok ultranasionalis, telah gagal mengantisipasi aspirasi warga di kawasan selatan dan timur Ukraina yang mayoritas berbahasa Rusia dan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Rusia. Ia juga mengecam sikap “standar ganda” pemerintah, dengan menuduh para demonstran di Ukraina timur sebagai “separatis” hingga “teroris”, sementara menyebut para demonstran di Maidan sebagai “patriot”.

“Saya dulu mengatakan bahwa para nasionalis hanya mengejar sikap pro-Amerika dan pro-barat, namun saya salah,” kata Simonenko.

Menurutnya, tindakan-tindakan para nasionalis yang menyerang kantor-kantor pemerintahan dan lembaga negara serta merampas dan menumpuk senjata lebih tepat disebut sebagai “mengikuti skenario Rusia untuk menghancurkan Ukraina”

“Anda telah memenuhi skenario Rusia, bukan Amerika, untuk menghancurkan kemerdekaan Ukraina,” kataanya.

Setelah kalimat ini, 2 anggota parlemen dari kelompok ultra-nasionalis Svoboda Party lari ke podium dan berusaha mengusir Simonenko. Namun para anggota Partai Komunis mencegah aksi tersebut hingga terjadi baku pukul yang berlangsung selama 5 menit.

Menyusul insiden itu, ketua parlemen merangkap presiden sementara Aleksandr Turchinov menyerukan para anggota parlemen untuk tidak mengulangi aksi baku pukul tersebut dan menyampaikan permintaan ma’af kepada anggota parlemen yang tidak terlibat.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL