parlemen afselPretoria, LiputanIslam.com — Sidang parlemen Afrika Selatan berubah menjadi arena perkelahian, Jumat (13/2). Beberapa anggota parlemen dari partai “kiri” terlibat baku pukul dengan petugas keamanan parlemen saat Presiden Jacob Zuma memberikan pidato tahunan penting.

Seperti dilansir BBC News, beberapa anggota parlemen dari partai Economic Freedom Fighters (EFF) yang dipimpin Julius Malema, berulangkali menginterupsi pidato Presiden Zuma, menuntut penjelasan atas sebuah skandal.

Ketua parlemen kemudian memerintahkan petugas keamanan untuk mengusir mereka hingga berujung dengan perkelahian massal.

Partai oposisi terbesar Democratic Alliance, kemudian melakukan aksi walkout memprotes pengusiran para anggota parlemen itu.

“Anda tidak bisa mengirim polisi ke ruang sidang parlemen,” teriak pemimpin faksi Democratic Alliance Mmusi Maimane.

Pidato tahunan presiden tersebut dimanfaatkan oleh para anggota parlemen oposisi untuk mempertanyakan dugaaan penggunaan uang negara untuk membangun istana Presiden Zuma yang menjadi perhatian publik selama beberapa bulan terakhir.

Aparat keamanan akhirnya berhasil mengusir pergi para anggota parlemen oposisi, termasuk Malema.

Pengusiran itu diperintahkan Ketua Parlemen Baleka Mbete, setelah anggota oposisi berteriak-teriak: “Kembalikan uang kami!” kepada Presiden Zuma.

Malema menolak pergi, namun tiba-tiba ratusan petugas keamanan memasuki ruangan dan menyeret pergi para anggota parlemen dari partai EFF. Sebagian anggota parlemen memberikan perlawanan hingga perkelahian tidak bisa dielakkan.

Jubir EFF mengatakan bahwa 7 anggotanya mengalami luka-luka akibat insiden itu dan akan mengajukan tuntutan atas insiden itu. Mereka menuduh tindakan pengusiran tersebut sebagai pelanggaran menyolok atas demokrasi.

EFF menuduh Presiden Zuma telah menggunakan dana publik untuk membiayai pembangunan rumah pribadinya yang mewah di Nkandla. Mereka menuntut Presiden Zuma untuk mengklarifikasi tuduhan itu sebelum memberikan pidatonya.

Tahun lalu sebuah penyelidikan independen menemukan bukti bahwa Presiden telah mendapatkan menyalahgunakan dana publik bagi pembangunan rumah pribadinya itu hingga sebesar $23 juta.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL