London, LiputanIslam.com—Penjualan senjata Inggris kepada rezim-rezim seluruh dunia, terutama di kawasan Teluk Persia, merupakan kebijakan yang hanya menguntungkan porsi kecil dari populasi negara itu.

Analis politik Inggris, Rodney Shakespeare, memaparkan hal ini pada Kamis (19/7/18), dalam wawancara dengan Press TV.

Menurutnya, pemerintah London tidak memedulikan kepentingan publik melalui penjualan senjata yang tidak demokratis dan tidak bermoral itu.

“Faktanya, penjualan senjata hanya menguntungkan porsi kecil populasi di Inggris,” kata Shakespeare, sembari menambahkah bahwa kepentingan masyarakat akan dilayani jika Saudi dan Bahrain, dua pembeli utama senjata Inggris, merupakan “negara demokrasi yang sejati”.

Dia memaparkan, hubungan hangat antara Inggris dengan negara-negara seperti Saudi dan Bahrain murni ditujukan untuk melayani kepentingan pejabat pemerintah Inggris dan keluarga kerajaan “yang datang ke Saudi dan Bahrain untuk mendapat cincin emas dan sekotak perhiasan.”

Pemerintah Inggris, menurut Shakespeare, memiliki cara pikir yang kuno yang berhubungan dengan mental imperium mereka.

Dengan mental tersebut, Inggris memiliki tradisi mendukung elit lokal melawan aspirasi rakyat yang demokratis, seperti yang terjadi kepada Saudi, Bahrain dan di kawasan pendudukan Palestina.

“… Sayangnya, pemerintah kita memiliki cara pikir kuno yang dikontrol oleh Zionis,” sebutnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*