Washington, LiputanIslam.com—Industri senjata api AS diketahui dapat mengumpulkan profit senilai $13,5 milyar dengan menjual jutaan senjata api di negara di mana 30.000 orang warganya mati setiap tahun karena kejahatan senjata.

Ketika kasus penembakan massal di AS meningkat akhir-akhir ini, meningkat pula penjualan senjata api. Setiap kejadian penembakan massal menyebabkan rasa tidak aman bagi warga Amerika, yang akhirnya mereka membeli lebih banyak senjata dalam rangka membela diri.

Pasca penembakan massal di Las Vegas pada 2017, sebuah penumbuhan massal paling parah dalam sejarah modern AS, sebuah toko senjata dapat menjual 30.000 pistol AR-15 hanya dalam satu minggu.

Pada tahun 2016, industri senjata berhasil menjual 27 juta produk mereka. Industri ini mengumpulkan milyaran yang dengan cara mengorbankan darah warga sipil Amerika.

Sejak kejadian penembakan di sekolah Florida pada minggu lalu, di mana seorang anak muda membunuh 17 siswa dan guru dengan pistol AR-15, mulai muncul tuntutan dari masyarakat AS agar pemerintah mereformasi kebijakan penggunaan senjata.

Namun, seperti yang dapat diduga, Kongres AS tidak mau mengeluarkan undang-undang yang memperketat pembelian dan kepemilikan senjata.

Seperti yang dilaporkan oleh media Press TV pada 22 Februari 2018, pemerintah AS disokong oleh satu badan lobby yang kuat, yaitu Asosiasi Senapan Nasional Amerika (NRA). Asosiasi ini berkontribusi dalam kampanye pemilu kebanyakan anggota Kongres, terutama dari partai Republik.

Kelompok lobby senjata ini juga menjadi sumber duit bagi sejumlah pejabat Demokrat, namun penerima manfaat terbesar adalah pejabat Republik, seperti Juru bicara House of Representatives Paul Ryan, Senator Florida, Marco Rubio, Senator Ohio, Rob Portman, dan Senator Texas, Ted Cruz. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*