Foto: pendidikan-multikultur.blogspot.com

Foto: pendidikan-multikultur.blogspot.com

Jakarta, LiputanIslam.com — KH A Wahab Chasbullah, Rais Aam Syuriah PBNU, akan mendapatkan anugerah gelar pahlawan nasional siang ini, oleh Presiden Joko Widodo. Penganugerahan akan dilakukan di Istana Negara.

Seperti diketahui, Kyai Wahab adalah salah satu tokoh pendiri NU dan Laskar Mujahidin saat melawan penjajah Jepang di era revolusi kemerdekaan. Rencananya, Romahurmuziy, cucu Kyai Wahab yang juga Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, akan menerima penganugerahan tersebut.

“Saya mewakili keluarga akan menerima kehormatan kepada kakek saya yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tentu ini adalah sebuah kehormatan tidak hanya untuk keluarga tetapi untuk Nahdlatul Ulama,” kata Romahurmuziy, Kamis (6/11/2014), seperti dilansir Merdeka.

Pria yang akrab disapa Romi tersebut menyatakan, dengan penganugerahan pahlawan nasional kepada KH Wahab, bertambah lagi pengakuan negara terhadap tokoh di lingkungan NU, yang memang memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan maupun dalam proses-proses pembangunan karakter dan budaya Indonesia yang berakhlakul karimah.

“Proses menuju sebuah penganugerahan gelar pahlawan ini cukup berliku. Keluarga memulai proses ini sejak lima tahun yang lalu. Salah satunya menggelar sejumlah seminar, terakhir bulan lalu saat haul Mbah Wahab di Tambak Beras. Saat itu pada pemerintahan yang lama hadir Menko Kesra Agung Laksono saya juga hadir. Pada saat itu beliau menyatakan jika tak ada aral melintang beliau menyatakan bahwa pemerintahan baru yang akan memberikan anugerah tersebut,” tutur Romi. (Baca: Sumbangsih Kyai Wahab untuk Negeri)

Romi mengucapkan terimakasih kepada pemerintah atas nama keluarga dan keluarga besar NU. Setiap penganugerahan gelar pahlawan ada nilai-nilai yang harus ditularkan oleh generasi penerus. Tak hanya untuk keturunan penerima gelar pahlawan nasional, tetapi juga seluruh warga Indonesia yang ingin meneladani.

“Kami akan mensosialisasikan pemikiran-pemikiran Mbah Kiai Wahab yang menyebabkan beliau dianugerahi gelar pahlawan nasional,” tambahnya.

“Ini juga memberikan semangat khusus kepada kaum santri, bahwa dalam dalam kaca mata perjuangan Indonesia antara nasionalisme dan agama itu tidak akan pernah bisa dipisahkan. Karena nasionalisme tanpa dilandasi agama akan sesat, dan agama yang tidak diaplikasikan ke dalam nasionalisme menjadikan sebuah nasionalisme tidak akan mendapatkan tempat yang utuh dalam perjalanan sebuah bangsa,” pungkasnya.

Siapakah sosok Kyai Wahab, dan bagaimana sepak terjangnya dalam sejarah Indonesia? Simak ulasannya di sini dan di sini. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL