zakzakyAbuja, LiputanIslam.com — Otoritas Nigeria menyebutkan bahwa pemimpin Shiah Ibrahim al-Zakzaky, yang ditangkap setelah keluarga dan ratusan pengikutnya dibantai minggu lalu, akan menghadapi dakwaan.

Pada hari Sabtu (19/12), Nasir al-Rufai, Gubernur Provinsi Kaduna dimana Zakzaky ditangkap di rumahnya di kota Zaria, mengatakan bahwa Sheikh Zakzaky ‘akan didakwa atas kejahatan-kejahatan yang dilakukannya’. Demikian seperti dilaporkan Press TV mengutip laporan media setempat THISDAY, Ahad (20/12).

“Itu adalah keputusan pemerintah pusat. Ada kejahatan-kejahatan negara bagian dan federal. Ada pemerintah dan konstitusi dan kami memutuskan mengikuti konstitusi dan ‘due process’,” tambahnya.

Militer Nigerian menyerbu kediaman Sheikh Zakzaky, ketua organisasi Islamic Movement of Nigeria (IMN), hari Minggu (13/12) dan menangkapnya dalam kondisi terluka parah. Dalam peristiwa itu ratusan pengikut Zakzaky termasuk keluarga dan pembantu-pembantu dekatnya meninggal dunia setelah berusaha melindungi Sheikh Zakzaky.

Peristiwa itu dipicu oleh bentrokan antara pengikutnya yang tengah mengikuti acara Maulid Nabi dengan militer yang mengawal Kepala Staff Militer Jendral Tukur Yusuf Buratai, sehari sebelumnya. Militer menuduh para pengikut Zakzaky menghalang-halangi konvoi militer. Namun tuduhan itu dibantah keras oleh pengikut Zakzaky.

Sebelumnya otoritas Nigeria juga menuduh Zakzaky memblokir total jalanan selama empat hari penuh selama perayaan Arbain. Hal ini pun dibantah keras oleh IMN yang menyebut pihaknya hanya memblokir sebagian jalan untuk mencegah kecelakaan dan desk-desakan.

Gubernur Rufai menambahkan bahwa insiden penyerangan kediaman Zakzaky tengah diselidiki oleh pemerintah. Namun jubir IMN Ibrahim Usman meragukan kredibilitas penyidikan pemerintah tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL