Riyadh, LiputanIslam.com–Para ahli Saudi meminta pemerintah memberlakukan kebijakan wajib belajar setelah Central Department of Statistics  merilis data yang menunjukkan bahwa sebanyak 524.435 orang Saudi putus sekolah dan tidak berpendidikan. Demikian laporan dari kantor berita ArabianBusiness.com, pada Senin.

Para ahli mengemukakan berbagai faktor yang menyebabkan banyaknya orang yang putus sekolah, mulai dari faktor keluarga dan sosial seperti pernikahan muda untuk para perempuan, para lelaki di daerah miskin yang sudah bekerja di usia muda, sampai masalah perilaku termasuk penggunaan narkoba.

Abdulaziz Al-Dakheel, ketua Saudi Society for Social Studies, menilai bahwa “Para ayah yang membiarkan anak-anak mereka putus sekolah seharusnya dihukum, terutama melihat banyaknya  dana yang dikeluarkan pemerintah untuk pendidikan.”

Seirama dengan para ahli yang mendukung kebijakan wajib belajar, ahli pendidikan dan anggota Dewan Syura Thoraya Al-Arid menyarankan juga kebijakan yang dapat menaikkan umur pernikahan para perempuan dan mencegah anak-anak lelaki bekerja di usia muda.

“Di Barat, ayah yang gagal membuat anaknya bersekolah sampai kelas dua akan dihukum,” kata Thoraya. (ra/ arabianbusiness.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL