cameron2London, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Inggris David Cameron kini tengah menyiapkan UU Anti-Terror baru setelah menganggap Inggris ‘terlalu lama menjadi masyarakat yang terlalu toleran’.

Kantor berita BBC melaporkan, Selasa petang (12/5), Cameron mengatakan kepada Dewan Keamanan Nasional bahwa sebuah UU anti-terror baru itu akan disampaikan dalam momen Pidato Ratu pada tanggal 27 Mei mendatang.

Dalam UU tersebut termasuk peraturan imigrasi yang lebih ketat, kekuasaan untuk menutup fasilitas-fasilitas yang digunakan para ekstremis dan ‘perangkat pencegahan ekstremisme’.

Cameron menyebut idiologi ekstremisme yang meracuni warga akan ditumpas.

Hal itu disampaikan setelah ia menggelar pertemuan kabinet barunya yang pertama kemarin, dimana partai Konservatif menguasai seluruh kursi kabinet menyusul kemenangan mayoritas partai tersebut dalam pemilu pekan lalu serta kegagalan meraih dukungan Partai Demokrat Liberal.

Cameron menyinggung kemungkinan adanya perlawanan publik atas undang-undang baru tersebut, yang akan dianggap melanggar hak-hak menyatakan pendapat.

Proposal undang-undang baru tersebut telah disiapkan oleh Mendagri Theresa May sebelum pemilihan umum. Demikian BBC News menyebutkan.

Salah satu bagian lain dari UU baru tersebut adalah larangan menebarkan kebencian oleh kelompok-kelompok ekstremis di tempat-tempat publik. Namun sejak pemerintahan Tony Blair paska serangan terorisme di London satu dekade lalu, para legislator gagal menyepakati definisi ekstremisme.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL