susi3Jakarta, LiputanIslam.com — Hingga saat ini, 526 manusia perahu, atau alias nelayan asing tanpa identitas yang masuk ke perairan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, telah berhasil ditangkap, sebagaimana arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Ada 526 yang kita tangkap dan kita amankan. Kita tidak tahu, di tengah laut kemungkinan masih ada,” ungkap Wakil Bupati Berau Ahmad Rivai, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Dari laporan detik.com, Manusia perahu ini biasa menangkap ikan secara ilegal. Hasil tangkapan itu kemudian dijual ke negara terdekat, yaitu Malaysia. Mereka ditangkap disertai dengan barang bukti berupa 300 kapal dengan kapasitas muat cukup kecil.

“Mereka ini tidak tahu hukum dan mereka hidup di laut. Mereka ini juga tangkap ikan lumba-lumba dan ikan pari kecil lalu mereka jual ke Malaysia karena harganya mahal. Ini kan jelek,” jelas Ahmad.

“Mereka ini datang, masyarakat kita resah dan tidak nyaman. Mereka ini tidak ramah lingkungan dan eksploitasi sumber daya laut kita. Terumbu karang mereka bongkar-bongkar, dan lain-lain,” tambahnya.

Tak hanya menangkap ikan secara ilegal, lanjut Rivai, manusia perahu juga kerap merusak terumbu karang di Perairan Derawan. Dia mengungkapkan potensi perikanan di perairan Derawan memang cukup besar. Di tempat itu banyak dijumpai berbagai jenis ikan dari ukuran kecil hingga besar salah satunya adalah kumpulan kelompok tuna dan ikan pari manta (Manta Spp).

“Luas lautnya 12.000 km persegi, potensi lautnya sangat besar. Spesies ikan tunanya juga cukup banyak. Tidak hanya tuna, di sana juga banyak ikan pari manta,” jelasnya.

Rivai mengakui potensi sektor kelautan Derawan belum dieksploitasi secara luas oleh nelayan lokal. Hal ini juga dibuktikan dengan rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan. Selama ini, pendapatan tertinggi Kabupaten Berau datang dari pertambangan batu bara dan pariwisata.

“Potensi kelautan kita belum tergarap oleh nelayan tradisional. Nelayan asing lebih pintar cari ikan dibandingkan nelayan kita. Pendapatan utama kita masih didominasi dari batu bara,” paparnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL