teroris tewasSetidaknya sebanyak 1.069 orang, kebanyakan teroris yang memerangi pemerintah Syria, tewas dalam konflik bersenjata selama 2 minggu terakhir antara kelompok-kelompok pemberontak teroris. Demikian laporan Observatory for Human Rights (kelompok pengamat konflik Syria yang berbasis di Inggris), Kamis (16/1), sebagaimana dikutip berbagai media massa internasional.

Tidak semua identitas korban tewas tersebut diketahui. Namun diperkirakan setidaknya 608 orang di antaranya adalah anggota kelompok-kelompok takfiri yang memberontak dan 312 anggota kelompok teroris terkait Al Qaida Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), dan 130 korban sipil.

Menyusul perubahan kebijakan Amerika di Syria yang tidak menginginkan kelompok-kelompok terkait Al Qaida tumbuh semakin kuat dan tidak terkendali, kini muncul fenomena kampanye anti-teroris di kawasan Timur Tengah, terutama di Syria dan Irak. Jika di Irak pasukan pemerintah menggempur habis-habisan para teroris di Provinsi Anbar, di Syria sebuah kelompok bersenjata baru bentukan Amerika yang bernama “Islamic Front” yang terdiri dari kelompok-kelompok pemberontak non-Al Qaida terlibat perang sengit dengan kelompok-kelompok teroris ISIL. Bahkan antar kelompok teroris sendiri seperti Al Nusra dan ISIL, kini juga terjadi pertempuran sengit.

PEJABAT-PEJABAT INTELIGEN BARAT KE SYRIA

Sementara itu, seiring dengan kampanye anti-teroris yang dilakukan Amerika dan sekutu-sekutunya di Syria, para pejabat inteligen negara-negara Eropa dikabarkan telah mengadakan kunjungan rahasia ke Damaskus menemui para pejabat keamanan Syria. Demikian laporan media Inggris The Telegraph hari Rabu (15/1).

Laporan tersebut merupakan konfirmasi dari pernyataan Menlu Syria Fayssal al-Miqdad sebelumnya yang mengatakan bahwa “barat telah membuka kontak dengan pejabat keamanan Syria”. The Telegraph menyebutkan bahwa delegasi Eropa yang datang ke Damaskus dipimpin oleh mantan pejabat dinas inteligen Inggris MI6. Mereka dikabarkan telah menemui penasihat keamanan Presiden Bashar al Assad, Ali Mamlouk. Padahal Mamlouk adalah salah satu pejabat Syria yang masuk “daftar hitam” negara-negara barat.

Dalam wawancara dengan media terbesar Inggris BBC baru-baru ini, Menlu Fayssal Miqdad mengatakan bahwa negara-negara yang telah memutuskan hubungan dengan Syria kini mulai kembali mendekati Syria, dan para pejabat inteligennya meminta kerjasama dengan pejabat-pejabat keamanan Syria untuk memerangi terorisme.

Menurut laporan The Telegraph dengan mengutip laporan media Amerika Wall Street Journal , seorang mantan pejabat MI6 telah mengunjungi Damascus pertengahan tahun lalu, diikuti oleh pejabat-pejabat keamanan dari Perancis dan Jerman serta Amerika. Namun menlu Amerika John Kerry mengaku tidak tahu-menahu dengan kedatangan pejabat Amerika tersebut.

“Saya tidak tahu hal itu, sepanjang di bawah kewenangan,” kata Kerry kepada Wall Street Journal. Tentu saja, karena inteligen tidak berada di bawah kekuasaan menlu.(CA/telegraph/almanar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL