Israeli airstrikes kill 6 Gazans; Palestinian death toll hits 95

Foto: Al Alam

Gaza, LiputanIslam.com – Serangan udara brutal dari Tentara Zionis Israel kembali menelan enam korban jiwa di Jalur Gaza. Lima warga Palestina, satu diantaranya adalah perempuan,  gugur ketika serangan Israel menargetkan sebuah rumah di sebuah rumah di Rafah. Dalam serangan ini, 15 orang dilaporkan luka-luka.

Sebelumnya, di hari yang sama, serangan udara Israel juga menawaskan Anas Abu al-Kass, 33, di wilayah Tel el-Hawa, Gaza.

Menurut Juru Bicara Pelayanan Darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, sekitar 95 warga Palestina di Gaza telah gugur sejak Israel melancarkan operasi militer yang disebut  Operation Protective Edge, demikian laporan Al-Alamnews, 11 Juli 2014.

Sejak awal dimulainya operasi militer, pejuang Palestina di Gaza telah menembakkan  407 mortir dan roket yang mampu menghantam Israel, dan sekitar 118 roket berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome.

Gaza Terkepung, Pelayanan Kesehatan Memburuk

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan di Gaza memburuk akibat serangan Israel yang mengepung Gaza. Pada hari Kamis, 10 Juli 2014, WHO menegaskan konidisi Gaza terkini, kekurangan obat-obatan dan bahan bakar untuk generator rumah sakit.

“Eskalasi kekerasan di Jalur Gaza menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan Pemerintah dan Departemen Kesehatan di Palestina untuk memenuhi kebutuhan medis dan kesehatan,” demikian pernyataan WHO.

Lebih lanjut, WHO juga menyebutkan beberapa tempat pelayanan kesehatan telah hancur.

“Sebuah rumah sakit, tiga klinik dan pusat desalinisasi air di sebuah kamp pengungsi juga telah rusak. Sedangkan serangan udara dan rudal juga sepertinya terus meningkat.”

Kementerian Kesehatan di Gaza hanya memiliki sedikit cadangan bahan bakar sebagai antisipasi akibat pemadaman listrik. Menurut WHO, cadangan bahan bakar tersebut hanya cukup untuk  10 hari untuk rumah sakit. Hal mengenaskan lainnya, para pekerja kesehatan juga belum menerima gaji dalam beberapa bulan terakhir.

Dr. Ala Alwan, direktur regional WHO, juga mengatakan bahwa situasi hari ini serupa dengan krisis pada tahun 2008-2009 di Jalur Gaza, ketika persediaan obat-obatan dan peralatan medis lainnya sangat terbatas. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL