libyan airlinesTripoli, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat tempur Libya menyerang Bandara Maitiga, Tripoli, Senin (24/11) kemarin. Bandara itu adalah bandara alternatif yang masih bersungsi setelah Bandara Internsional Tripoli hancur akibat pertempuran.

BBC News melaporkan, serangan mengenai wilayah di dekat landas pacu, menimbulkan kerusakan di pemukiman di dekatnya namun tidak merusak landas pacu. Kelompok koalisi militan Muslim yang menguasai Tripoli menyebut serangan itu sebagai aksi provokasi yang didukung asing.

Media-media setempat menyebut, pesawat tersebut awalnya mengarah ke kota Misrata, namun kemudian membelok dan mengarah ke Maitiga, Tripoli.

Sejak Juli lalu maskapai-maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Tripoli menggunakan bandara itu setelah terjadi pertempuran di Bandara Internasional Tripoli yang merusak sebagian fasilitas itu.

Komanda AU Libya Jendral al-Jarrushi membenarkan pihaknya sebagai pelaku serangan itu. Ia adalah bagian dari jajaran militer, terutama dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat Libya yang mendukung Jendral Khalifa Haftar, pemimpin kelompok yang anti kelompok-kelompok Islamis.

Pasukan Jendral Haftar, yang merupakan seorang pensiunan perwira tinggi senior, kini tengah bertempur melawan kelompok-kelompok milisi Islam di Benghazi.

Menanggapi aksi serangan itu perdana menteri yang didukung kelompok-kelompok Islamis, Omar al-Hassi, mengatakan pemerintahannya telah membuka dialog dengan kubu lawan, namun kini akan melakukan langkah perang.

“Kini kami berhadapan dengan musuh yang memiliki persenjataan kuat dan didukung kekuatan asing,” katanya.

Sementara itu komandan militer kelompok Islamis Milisi Fajar, Salah al-Berki, menyerukan kepada “kaum revolusioner di Tripoli untuk mempertahankan posisi” mereka. Ia bersumpah, siapapun yang menyerang Tripoli akan menghadapi “kepalan besi”.

Tripoli berhasil diambil alih oleh kelompok-kelompok milisi Islamis pertengahan tahun ini, memaksa pemerintah dan dan parlemen memindahkan kekuasaan ke kota Tobruk di timur Libya. Selanjutnya, kelompok-kelompok Islamis membentuk pemerintahan sendiri di Tripoli.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL