bandara tripoliTripoli, LiputanIslam.com — Bandara internasional Tripoli, Libya, kembali mengalami serangan roket, hanya sehari setelah pertempuran di bandara tersebut mengakibatkan bandara tersebut ditutup.

Setidaknya 1 orang tewas dan 6 orang terluka dalam serangan terakhir ini yang terjadi hari Senin malama (14/7). Selain itu 12 pesawat juga mengalami kerusakan. Demikian laporan BBC.

Libya dilanda ketidakstabilan setelah tumbangnya rezim Moammar Gaddafi tahun 2011, dimana milisi-milisi bersenjata yang sebelumnya turut menumbangkan Gaddafi berubah menjadi pengausa-pengausa wilayah dan menolak tunduk kepada pemerintah pusat di Tripoli.

Menurut sumber keamanan kepada BBC, bandara diserang oleh “sejumlah besar roket, termasuk roket-roket Grad”, Senin malam. Akibat serangan itu bandar ditutup untuk semua penerbangan setidaknya sampai hari Rabu besok (16/7).

Sementara itu PBB mengumumkan akan menarik seluruh staffnya di Libya akibat perkembangan yang semakin mengkhawatirkan.

“Kami menyimpulkan bahwa kami tidak mungkin lagi bisa bekerja, sementara di sisi lain harus menjaga keamanan staff-staff kami,” kata jubir PBB di Libya.

BBC juga melaporkan bahwa pemerintah kini tengah mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan kepada PBB untuk memberikan bantuan keamanan.

Bandara internasional Tripoli yang terletak 30 km selatan Tripoli merupakan jembatan utama yang menghubungkan Libya dengan dunia internasional. Sementara bandara terbesar kedua di Benghazi telah ditutup sebelumnya selama 2 bulan. Bandara lainnya di Misrata, juga telah ditutup sejak Senin (14/7).

Misi PBB yang meninggalkan Libya harus menggunakan jalan darat menuju Tunisia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL