serangan quettaIslamabad, LiputanIslam.com — Serangkaian serangan maut terjadi di kota Quetta, Pakistan, Kamis (23/10), menewaskan setidaknya 13 warga dan melukai 29 lainnya. Pejabat-pejabat Pakistan menyebutkan.

Serangan terjadi ketika sekelompok orang bersenjata menembaki sebuah bus di sebuah pasar, menewaskan 8 orang di dalamnya. Tidak lama kemudian seorang warga juga tewas ditembak dalam serangan terpisah.

Sementara itu sebuah serangan bom terhadap konvoi militer menewaskan 2 orang, dan 2 orang lagi tewas ketika sebuah pawai yang digelar kelompok keagamaan Jamiat Ulema-e-Islam Fazl, mendapat serangan bom.

Pimpinan Jamiat Ulema-e-Islam Fazl yang juga ulama berpengaruh di Pakistan, Maulana Fazlur Rehman, berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka. Demikian BBC News melaporkan.

“Saya berada di dalam kendaraan anti-peluru, dan karena itulah saya selamat,” kata Rehman kepada awak media, usai peristiwa yang menurutnya sebagai upaya pembunuhana terhadap dirinya itu.

“Kendaraan saya rusak berat, nyaris hancur. Kami mengalami guncangan hebat, namun saya dan teman-teman di dalam mobil selamat,” katanya lagi.

Rahman telah menjadi sasaran pembunuhan kelompok-kelompok radikal Islam, karena keterlibatannya dalam demokrasi Pakistan yang dianggap sebagai bid’ah oleh kelompok-kelompok itu.

Polisi mengatakan kepada wartawan dalam serangan pertama kelompok bersenjata membunuh 6 orang di dalam bus yang berada di dekat pasar buah Quetta dan menembak mati 2 penumpang lainnya yang berusaha melarikan diri. Korban ke-sembilan tewas ditembak di Hazara Town. Polisi menyebut, ke-9 orang itu adalah warga minoritas Shiah di kota itu.

Kelompok-kelompok militan Sunni seringkali menjadikan warga Shiah sebagai sasaran serangan maut. Pada tanggal 4 Oktober lalu sebuah serangan bom bunuh diri menewaskan setidaknya 5 warga di sebuah perkampungan warga Shiah di kota itu.

Dalam beberapa tahun terakhir ratusan warga Shiah Hazaras di Quetta telah menjadi korban serangan-serangan maut itu. Warga Shiah pun telah berulangkali menggelar aksi demonstrasi menuntut perlindungan pada pemerintah.

Belum ada klaim tentang pelaku serangan maut hari Kamis kemarin.

Quetta adalah ibukota Provinsi Balochistan yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, yang telah dikotori dengan gerakan ekstremisme dan sektarianisme yang dilancarkan kelompok-kelompok takfiri seperti Al Qaida dan Taliban.

 

Perpecahan Oposisi Pakistan
Sementara itu perpecahan terjadi antara 2 kelompok oposisi utama Pakistan yang tengah melakukan tekanan kepada pemerintahan Nawaz Sharif untuk mundur. Kelompok Pakistan Awami Tehrik (PAT) yang dipimpin ulama Tahirul Qadri, hari Rabu (22/10) menarik diri dari aksi duduk menuntut pengunduran Sharif, di ibukota Islamabad.

Sebelumnya sejak bulan Agustus lalu, Qadri dan kelompoknya menggelar aksi duduk bersama kelompok Tehrik-e-Insaf (PTI) yang dipimpin oleh politisi Imran Khan, yang memutuskan tetap menjalankan aksi duduk meski ditinggalkan Qadri dan pendukung-pendukungnya.

Berbicara kepada wartawan usai pengunduran itu, Qadri mengatakan bahwa dirinya telah memberitahukan rencana penarikan diri itu kepada Imran Khan. Namun ia tidak bersedia berkomentar tentang aksi yang tetap digelar oleh Imran Khan tersebut.

Imran Khan sendiri belum membuat pernyataan tentang penarikan sekutunya itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL