Washington, LiputanIslam.com—Setelah Presiden AS Trump mengumumkan rencananya untuk menyerang Suriah, harga saham di sejumlah perusahaan senjata besar di Amerika meningkat senilai $10 milyar hanya dalam seminggu.

Serangan AS dengan 118 rudal Tomahawk itu menghujani Suriah pada Jumat (13/4/18). Serangan ini diluncurkan sebagai respon dari tuduhan serangan gas kimia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad di Douma, meski tuduhan ini tidak terbukti.

Tak lama setelah Trump mengunggah sebuah tweet pada 9 April bahwa ia akan menyerang Suriah secara militer, harga-harga saham di perusahaan yang menyuplai alat pertahanan militer  tiba-tiba meroket, dan masih terus naik hingga hari ini.

Sebut saja perusahaan bernama Raytheon (RTN) yang memproduksi rudal Tomahawk yang digunakan dalam serangan itu. RTN mengalami peningkatan nilai saham hampir sebesar $2,5 juta.

Bersama itu ada juga perusahaan besar seperti Lockheed Martin (LMT), General Dynamics (GD), Boeing (BA), dan Northrop Grumman (NOC).

Perusahaan Lockheed Martin diketahui memproduksi sistem control taktikal, salah satu komponen dalam peluncuran rudal Tomahawk. General Dynamics memproduksi sistem penembakkan. Boeing membuat bom-bom B-1 yang digunakan juga dalam serangan ke Suriah. Sementara Northrop Grumman memproduksi sistem radar dan bom lain, seperti B-2.

Serangan ke Suriah ini telah menyemangati para investor karena bisa menjadi ladang uang yang menggiurkan. Salah satu blog informasi saham, “The Street”,  pada hari Jumat mengunggah tulisan pebisnis Stephen Guilfoyle yang memberikan rekomendasi tentang 4 saham perusahaan senjata paling panas di tengah konflik Suriah.

“Dunia semakin berbahaya, dan ‘mainan’ berbahaya semakin banyak diminati,” tulis Guilfoyle. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*