droneIslamabad, LiputanIslam.com — Amerika melancarkan serangan-serangan drone terhadap basis-basis militan Pakistan di Waziristan Utara, menewaskan 16 militan. Serangan dilancarkan menyusul serangan mematikan yang dilancarkan Taliban terhadap Bandara Jinnah Karachi, Minggu malam (8/6) yang menewaskan 34 aparat keamanan dan petugas bandara.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis AFP dan dikutip voice of russsia, Kamis (12/6), serangan drone pertama terjadi Rabu (11/6) di dekat desa Darga Mandi. Serangan ini menewaskan 6 orang militan. Ketika beberapa jam kemudian kelompok tersebut berkumpul kembali untuk mengambil jenasah dan merawat yang terluka, kembali terjadi yang menewaskan 10 anggota militan.

Menurut laporan tersebut dengan mengutip pejabat keamanan Pakistan yang tidak disebutkan namanya, serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan kelompok Taliban terhadap bandara Jinnah Karachi, hari Minggu malam.

Pada hari Selasa (10/6) Taliban kembali melakukan serangan lebih kecil terhadap bandara Jinnah. Beberapa orang menyerang sebuah pos penjagaan keamanan di dekat akademi penjaga keamanan bandara. Setelah tembak-menembak singkat, penyerang pun melarikan diri. Tidak ada korban jiwa dalam serangan ini namun beberapa aparat keamanan mengalami luka-luka.

Dalam kedua serangan tersebut bandara Jinnah yang merupakan bandara paling sibuk di Pakistan, mengalami penutupan operasional.

Sejak awal tahun ini media-media Pakistan telah melaporkan kemungkinan terjadinya serangan besar-besaran oleh militer Pakistan terhadap basis-basis kelompok militan di wilayah barat-laut Pakistan. Namun sejauh ini militer Pakistan hanya melakukan serangan-serangan terbatas untuk membalas aksi-aksi militan.(ca/voice of russia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL