Washington, LiputanIslam.com—Saat masih berkuasa, mantan Presiden Barack Obama mendapat banyak kecaman dari aktivis anti-perang karena memperparah serangan drone yang sebelumnya dilakukan oleh Bush. Pemenang hadiah perdamaian Nobel ini memerintahkan serangan drone 10 kali lebih banyak dari presiden sebelumnya. Sebuah data menunjukkan 49 dari 50 korban adalah penduduk sipil.

Presiden yang kini sedang berkuasa, Donald Trump, dulu berkampanye untuk tidak lagi menggunakan kebijakan intervensi luar negeri dan menolak invasi. Namun kurang dari dua bulan sejak dia berkuasa, Trump malah memperparah serangan drone Obama.

Berdasarkan analisa dari analis di Dewan Hubungan Luar Negeri Micah Zenko, Obama selama dua masa kepresidenannya “menyetujui 542 serangan dalam 2.920 harisatu setiap 5,4 hari. Dan dari hari pelatikannya sampai hari ini, Presiden Trump telah menyetujui setidaknya 36 serangan drone dalam 45 harisatu setiap 1,25 hari.”

Kenaikannya adalah sebesar 432 persen.

Zenko juga memberikan detil serangan yang dilakukan. Ia mengatakan, terdapat “tiga serangan drone di Yaman pada tanggal 20, 21, 22 Januari; pada 28 Januari Angkatan Laut menyerang Yaman; satu serangan di Pakistan pada 1 Maret; lebih dari 30 serangan di Yaman pada tanggal 2 dan 3 Maret; dan setidaknya satu serangan lagi pada 6 Maret.”

grafiti drone di Yaman

Meski beberapa pendukung Trump memujinya sebagai kandidat presiden yang damai semasa pemilu 2016, militarisme sang presiden terlihat jelas di beberapa kesempatan. Dia secara terus terang mendukung peningkatan jumlah dan jangkauan dalam militer AS. Dan sebagaimana yang dikatakan Zenko, apa yang dilakukan Trump kini tidak sejalan dengan retorikanya melawan intervensionisme.

“Dia mengklaim tak mendukung Perang Irak pada tahun 2003 ketika dia sebenarnya menyokong perang tersebut. Dia mengaku menolak intervensi Libya tahun 2011 ketika dia sebenarnya mempromosikan intervensi tersebut secara kuat. Namun, Trump dan loyalisnya secara konstisten mengaku bahwa ia akan lebih sedikit mendukung dan mendanai perang di luar negeri, jika dibandingkan dukungan oleh Presiden Obama dan mantan Menlu Hillary Clinton.” (ra/mintpressnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL