Foto: Press TV

Foto: Press TV

Tripoli, LiputanIslam.com — Serangan bom menghantam sebuah kafe di kota Tripoli, Lebanon, pada Sabtu, 10 Januari 2105. Akibatnya, 7 orang tewas, dan 36 lainnya menderita luka-luka.

Aparat keamanan yang menolak menyebutkan namanya menyatakan bahwa serangan itu terjadi di Kafe Omran, di kawasan Jabal Mohsen yang dihuni oleh mayoritas Alawite.

Menurut laporan Lebanon Daily Star,  seperti dikutip presstv.com, kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah mengaku bertanggung jawab atas pengeboman tersebut. Setelah ledakan, aparat berwenang mengepung lokasi tersebut. Lebih lanjut disebutkan bahwa pengeboman itu dilakukan oleh dua orang.

Selama beberapa bulan terakhir, kota terbesar kedua Lebanon, Tripoli, telah diguncang oleh kekacauan akibat konflik antara pendukung dan penentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sedangkan Russia Today melaporkan pada 4 Januari 2015, sekitar 1.000 anggota ISIS dari Suriah tengah berusaha untuk menyusup ke Lebanon. Disebutkan, pasukan Lebanon sedang dalam siaga tinggi untuk mencegah peperangan yang terjadi di Suriah menjalar melintasi perbatasan Lebanon.

Dari pegunungan Qalamoun yang merupakan perbatasan antara Lebanon dan Suriah, pasukan ISIS tengah berusaha untuk menguasai salah satu desa di Lebanon.

“ISIS bukan hendak menguasai Qalamoun, tetapi mereka ingin menggunakan pegunungan itu sebagai tempat perlindungan. Mereka ingin menguasai salah satu desa Lebanon yang berdekatan dengan Qalamoun,” jelas Jenderal Abbas Ibrahim, Kepala Direktorat Keamanan Umum Lebanon.

Hanya beberapa hari berselang dari terungkapnya keberadaan ISIS di pegunungan, teror bom lembali mengguncang Lebanon. Akankah ada serangan susulan kembali? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*