Boko Haram Attacks Enrages Nigeria MuslimsAbuja, LiputanIslam.com — Serangan bom dan senjata api terjadi di sebuah masjid utama di kota Kano, Nigeria utara, Jumat (28/11). Puluhan orang dipastikan tewas dalam insiden itu. Para pejabat setempat menyebutkan.

Sebagaimana dilansir BBC News masjid yang diserang tersebut biasa digunakan sebagai tempat kutbah Emir Kano, ulama berpengaruh yang baru-baru ini menyerukan warga untuk mengangkat senjata melawan kelompok Boko Haram. Namun belum ada konfirmasi apakah serangan itu terkait dengan kelompok teroris tersebut.

Para pejabat menyebutkan, jumlah yang terluka mencapai 400 orang. Adapun jumlah yang tewas masih simpang siur, namun laporan paling rendah menyebutkan jumlahnya 35 orang. Sementara kantor berita Perancis Agence France-Presse (AFP) menyebutkan angka yang tewas mencapai 120 orang dan 270 luka-luka.

Meski Boko Haram belum memberikan keterangan tentang insiden itu, pandangan mata publik tertuju pada kelompok ini. Kelompok ini diperkirakan telah membunuh lebih dari 2.000 orang setelah mengangkat senjata melawan pemerintah tahun 2009 lalu.

BBC melaporkan, orang-orang bersenjata menembaki warga yang berusaha melarikan diri dari masjid setelah terjadinya ledakan bom.

Sementara itu Presiden Goodluck Jonathan mengutuk aksi tersebut dan menyerukan seluruh warga untuk “bersatu di hadapan musuh bersama”. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan “melanjutkan setiap langkah untuk menghentikan semua aksi terorisme”.

Para saksi menyebutkan terjadi 3 kali ledakan bom di dalam dan sekitar masjid sebelum para penyerang menembakkan senjatanya. Beberapa laporan menyebutkan  bom pertama dibawa di dalam mobil yang menerobos ke dalam masjid.

“Imam baru saja hendak berkhutbah ketika ia melihat seseorang di dalam mobil memaksakan diri masuk ke dalam mobil. Namun, ketika orang-orang menghentikannya, ia meledakkan bom. Orang-orang pun melarikan diri,” kata seorang saksi kepada BBC.

Namun beberapa orang kemudian menembaki orang-orang yang tengah berlarian, menambah banyak korban yang tewas, tambah saksi tersebut. Warga yang marah, menyerang para penembak itu dan 3 di antara mereka tewas dikeroyok warga.

Sebelumnya Emir Muhammad Sanusi II, ulama berpengauh yang menjadi Imam masjid tersebut minggu lalu memberikan kritikan tajam terhadap Boko Haram dan menyerukan warga untuk mengangkat senjata melawannya. Namun ia tidak berada di masjid saat terjadinya serangan dan tengah berada di luar negeri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL